Tampilkan postingan dengan label Perawatan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perawatan Bayi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2012

UMUR 6 - 10 BULAN FASE BAYI MERANGKAK

View Article

Fase Merangkak Bayi Tidak Boleh Dilewati

 
 
Sebagai orang tua tentu kita menginginkan buah hati kita tumbuh dengan sehat dan kuat. Oleh karena itu kita harus mengetahui tahapan normal perkembangan bayi mulai dari lahirnya. Sejak bayi lahir, kemudian semakin bertambah usianya maka kita akan melihat perkembangan bayi yang sangat cepat dan menakjubkan. Dimulai dengan bayi belajar tengkurap, beringsut, bayi merangkak, berdiri, dan berjalan merupakan tahapan perkembangan bayi yang seharusnya dijalani oleh bayi.
Karena tiap tahapan ini mengandung manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan bayi selanjutnya. Namun sayangnya banyak orang tua yang tidak mengetahuinya. Bahkan senang jika bayinya melewati tahapan-tahapan tersebut dengan sangat cepat melebihi anak-anak pada umumnya. Dan tahapan yang banyak dilompati adalah fase bayi merangkak. Yaitu fase antara bayi duduk dengan berdiri.
Merangkak merupakan fase yang sangat penting dalam kehidupan bayi. Berdasarkan penelitian, tidak menjalani fase bayi merangkak bisa berdampak pada bayi ketika sudah dewasa meskipun tidak langsung. Dengan aktif merangkak bayi akan melatih mengkoordinasikan antara anggota tubuh yang kanan dengan yang kiri. Saat bayi merangkak, bayi akan belajar menggerakkan tangan dan kakinya secara bersilangan dan gerakan ini merangsang otak kanan dan kiri nya bekerja. Selain melatih otot-otot tangan dan kaki bayi, merangkak juga melatih syaraf motorik kasar bayi.
Tahap perkembangan bayi yang satu ini hendaknya tidak boleh dilewati karena manfaatnya sangat banyak bagi bayi. Bayi merangkak menunjukkan perkembangan bayi yang normal. Dengan merangkak berarti bayi mau berusaha untuk mendapat apa yang diinginkannya seperti mainan, makanan, minuman, atau ibundanya. Merangkak juga merupakan cara bayi mengekspresikan isi hatinya baik senang, sedih, marah atau takut. Pada umumnya, usia bayi merangkak adalah sekitar 6 sampai 10 bulan bahkan tidak jarang kurang dari 6 bulan bayi sudah dapat merangkak.
Jika bayi belum bisa merangkak atau tidak mau merangkak meski sudah memasuki usia bayi merangkak, maka hendaknya orang tua menstimulasi anak untuk mau merangkak. Misalnya dengan memberi rangsangan berupa mainan yang menarik perhatiannya dan meletakkan agak jauh darinya. Biarkan anak untuk berusaha sendiri mendapatkan mainan tersebut. Berilah kebebasan anak bergerak di lantai yang beralas, jangan terlalu sering menggendong atau meletakkannya di atas ayunan atau baby walker. Selain itu supaya bayi merangkak, tidak ada salahnya orang tua memberikan contoh pada anak cara merangkak.
Smbr:bayilucu.com

Kamis, 20 September 2012

Perkembangan Pendengaran Bayi

View Article

Mengenal Perkembangan Indera Pendengaran Bayi

 

Indera pendengaran bayi mulai dibentuk saat bayi masih berada dalam kandungan pada saat kandungan usia 8 minggu. Pembentukan indera pendengar bayi akan selesai pada saat janin berusia 24 minggu. Dan pada saat usia janin 25 minggu, dia sudah bisa mendengar suara-suara di sekitarnya, termasuk suara orang tuanya. Maka pada saat kandungan berusia 25 minggu, berkomunikasilah orang tua dengan janinnya meskipun masih satu arah. Berbicara dengan janin atau bernyanyi untuk janin, akan menjadikan sebuah momen yang menyenangkan saat menjalani kehamilan. Begitupun dengan janin, dia akan merasa senang dan damai jika mendengar suara-suara lembut dari orang tuanya, dan tentunya ini akan sangat baik bagi perkembangannya. Ketika bayi terlahir ke dunia, perkembangan indera pendengar terbagi ke dalam beberapa tahap:
  • Ketika saat terlahir ke dunia bayi sudah menyadari akan bunyi-bunyi disekitarnya. Bahkan bayi akan merasa kaget ketika mendengar bunyi keras yang tiba-tiba.
  • Pada saat bayi berusia 3 bulan, dia akan merasa senang jika mendengar suara orang tuanya. Dia akan mampu menoleh ke arah sumber suara tersebut dan sebisa mungkin dia membalas suara orang tua dengan ocehan "ah" atau "oh"
  • Ketika bayi berusia tujuh bulan, dia sudah dengan baik mengenal asal suara. Selain suara orang tuanya, bayi juga sudah bisa mendengar dan membedakan serta mengetahui sumber suara lainnya di sekelilingnya. Seperti ketika bayi mendengar bunyi bel, bunyi suara televisi dll
  • Pada saat bayi berusia sembilan bulan, bayi sudah mampu mendengar suara yang berasal dari ruangan lain, meskipun suara itu tidak keras bunyinya.
  • Pada saat bayi berusia 12 bulan, bayi sudah mampu mengatasi suara bising ketika dia ingin berkonsentrai pada mainnyannya. Saat usia ini bayi sudah mengerti beberapa kata dan kelompok kata

Melakukan Tes Indera Pendengaran Bayi

Orang tua bisa melakukan tes indera pendengaran bayi untuk mengetahui apakah daya dengar bayi baik atau tidak. Tes daya dengar bayi ini di kelompokkan berdasar usia bayi
  • Untuk bayi di usia tiga bulan ke bawah, orang tua bisa melakukan tes indera pendengarnya apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Tes bisa dilakukan dengan cara bertepuk tangan di belakang kepala bayi anda. Jika bayi terkejut akan suara tepuk tangan tersebut, maka indera pendengaran bayi berfungsi dengan baik. Namun meskipun bayi anda tidak terkejut, jangan terlalu khawatir, coba ulangi tes di atas beberapa kali atau dengan jeda waktu yang berbeda
  • Untuk bayi antara usia empat hingga enam bulan lakukan tes dengan cara memanggil namanya. coba perhatikan ketika dipanggil namanya apakah bayi berpaling ke arah anda atau bereaksi terhadap suara panggilan namanya. Selain itu perhatikan, apakah dia juga memalingkan kepala atau matanya terhadap suara-suara yang menarik perhatian bayi
  • Bagi bayi dengan usia antara enam hingga sembilan tes daya dengar bisa dilakukan dengan cara memperhatikan respon bayi terhadap suara-suara yang berada di sekelilingnya. Perhatikan apakah bayi bereaksi dan memberikan respon terhadap suara telepon, suara bel rumah, suara televisi dan lain-lainnya
  • Untuk bayi dengan usia 12 bulan ke atas, tes bisa dilakukan dengan cara bayi disuruh menunjukkan benda-benda yang dikenalnya yang terdapat di sekelilingnya atau di dalam buku
Bayi yang lahir sangat prematur akan rentan terhadap gangguan pendengaran, begitu juga bayi dengan orang tua atau riwayat-riwayat masalah pendengaran

Sumber : Mengenal Perkembangan Indera Pendengaran Bayi bidanku

Sabtu, 15 September 2012

OBAT CACING ALAMI UNTUK BAYI DAN ANAK

View Article
OBAT CACING ALAMI


  1. Blender hingga halus 1 GELAS KECIL (150-200 ml) JUS PEPAYA + 1 sendok makan rata BIJI BUAH PEPAYA. Sebaiknya campur dengan JUS JERUK MANIS (jeruk pontianak/siam dll), agar rasanya lebih enak.
  2. Berikan 1XSEHARI dan ulangi 3 hari berturut-turut. Berikan ketika perut kosong (misalnya sesaat setelah bangun tidur siang) atau 30 menit menjelang makan. Jika memang ada cacing dalam perut, cacing sudah akan mati dan keluar setelah minum 1xsehari.

Berdasarkan hasil postingan bunda-bunda di milis Gizi dan Balita, saya pribadi berkesimpulan bahwa ramuan alami ‘PEMACU NAFSU MAKAN’ diberikan setelah bayi berusia 9+ BULAN. Dengan pertimbangan, pada usia tersebut organ pencernaan bayi sudah bisa mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit, seperti protein hewani. Selain itu, bayi di usia tersebut sudah bisa dilatih mendapatkan pre-table food, artinya sudah hampir menikmati makanan keluarga. Saya pribadi cenderung memberikan ramuan alami ‘PEMACU NAFSU MAKAN’ saat diperlukan saja, yaitu:

  1. Jika si anak mengalami problem SULIT MAKAN atau TIDAK NAFSU MAKAN lebih dari 10 HARI. Itupun setelah bunda-bunda sudah secara optimal menelusuri PENYEBAB ANAK SULIT MAKAN (baik dari faktor fisik makanan – tekstur, variasi makanan – maupun faktor psikologis anak) dan melakukan UPAYA MAKSIMAL untuk mengatasinya. Misalnya, bayi yang sering menolak makan barangkali disebabkan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang terlalu cepat atau malah terlambat. Faktor penyebab lainnya adalah perilaku makan orang tua ternyata salah. Makan sambil nonton teve atau membaca koran adalah beberapa di antaranya yang kemudian ditiru anak. Selain itu, orang tua juga mungkin kurang terampil menyajikan menu makanan yang variatif. Demi kepraktisan, makanan yang tersaji di meja makan cenderung itu-itu saja.
  2. Jika si anak memiliki BERAT BADAN dan TINGGI BADAN yang berada di BAWAH STANDAR. Misalnya: Berat badan (BB) anak perempuan usia 12 bulan adalah: 8,9 kg dengan batas bawah 7,0 kg dan tinggi badan (TB) sehat anak perempuan usia 12 bulan yaitu: 74,0 cm dengan batas bawah 68,9 cm.
  3. Pada saat si anak baru SEMBUH DARI SAKIT atau MASA PEMULIHAN. Ketika tubuh kita sakit, secara alami kegiatan mencerna agak di "rem", difokuskan pada kegiatan menyerap nutrisi dan memanfaatkannya (antara lain untuk perbaikan sel, termasuk pemulihan/recovery). Karena proses mencerna ini agak di "rem" ketika sakit, maka biasanya orang sakit nafsu makannya secara alami menurun, malah ada yang sama sekali tidak punya nafsu makan.

Sedangkan “OBAT CACING ALAMI” diberikan pada saat si kecil sudah semakin aktif mengeksplorasi dunia luar (USIA 9+ BULAN), seperti bermain atau berlari-larian di pasir/tanah, rumput, dan lain-lain. Biasanya saya pribadi memberikan MINIMAL 1 BULAN SEKALI dan MAKSIMAL 6 BULAN SEKALI

Hal yang perlu DIGARISBAWAHI ramuan alami ini TIDAK DIBERIKAN SETIAP HARI, tapi diberikan PALING LAMA 3 HARI BERTURUT-TURUT saja.
 Smbr Siska Darmayani and Ekawati Restuning Tyas in Homemade Healthy Baby Food

Jumat, 14 September 2012

Mengatasi iritasi pada kulit bayi

View Article

 Mengatasi iritasi pada kulit bayi










Gejala iritasi pada kulit bayi biasanya adalah timbul ruam atau bintik berwarna merah yang terasa perih saat terkena keringat sehingga menyebabkan bayi tidak nyaman. Penyebab iritasi ada beberapa hal. Diantaranya adalah penggunaan popok sekali pakai yang tidak sering diganti setelah pipis atau pup beberapa kali. Hal ini karena dalam pup dan pipis bayi yang menumpuk mengandung amonia. Kegemukan pada bayi juga menjadi pemicu karena lipatan tubuh yang cenderung lembab. Riwayat keluarga alergi dan kulit kering akibat pemakaian sabun mandi yang mengandung antiseptik yang terus menerus juga harus dihindari agar tidak terjadi iritasi.  Untuk mengatasi iritasi pada kulit bayi,  kulik yuk bunda tips-tips mengatasi iritasi pada kulit bayi dibawah ini :

  1. Ganti pemakaian popok sekali pakai dengan popok kain tipis yang lembut untuk sementara selama peradangan.
  2. Selalu cuci dengan sabun lembut untuk bayi daerah bokong dan anus setelah pipis atau pup. Jangan lupa keringkan dengan handuk lembut dan cukup di tepuk serta jangan digosok dengan kasar.
  3. Konsultasi dokter terlebih dahulu sebelum memberi obat berupa salep, krim atau yang lainnya.
  4. Jika kulit bayi ada yang bersisik olesi dengan krim pelembab khusus bayi.
  5. Hindari sementara penggunaan bedak atau kosmetik bayi.
  6. Kompres dengan waslap yang dibasahi air daerah-daerah lipatan pada tubuh bayi serta sering diangin-anginkan. Hindari pemakaian bedak sementara waktu.
  7. Pilih pakaian yang tipis, longgar dan mudah menyerap keringat untuk si kecil.
  8. Dan yang terakhir hindari pemicu penyebab iritasi kulit bayI. smbr:purebaby.com

CARA MENGGANTI POPOK BAYI

View Article
 CARA MENGGANTI POPOK BAYI

Hampir semua bayi menggunakan popok baik yang sekali pakai atau yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Saat ganti popok ada yang perlu membilas dengan sabun ada juga yang cukup pakai waslap basah. Sebenarnya perlukah menggunakan sabun setiap kali bayi ganti popok?

"Hal ini tergantung dari kondisi popoknya, jika area popok bersih tanpa kotoran apapun, maka tidak harus menggunakan sabun," ujar dokter anak David Geller yang mendapat sertifikat dari American Academy of Pediatrics, seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (15/11/2011).

Namun jika ada kotoran bayi di popok yang perlu dibersihkan, maka gunakan waslap basah atau handuk yang lembut dengan atau tanpa sabun. Jika memang ingin menggunakan sabun maka pastikan tidak mengandung bahan yang bisa memicu alergi pada bayi.

"Bisa juga menggunakan tisu basah, kebanyakan tisu sangat hypoallergenic dan tidak mengiritasi kulit bayi. Pastikan tisu ini tidak diberi wewangian dan bebas alkohol," ungkapnya.

Geller menuturkan saat menggunakan tisu, usaplah dengan lembut karena jika terlalu sering atau keras bisa menyebabkan iritasi. Jika terjadi iritasi pada kulit maka biarkan terlebih dahulu hingga kulit sembuh dan ketahui penyebabnya apakah karena sabun, bahan dari popok atau kandungan dalam tisu basah.

Saat membersihkan atau menyeka selalu dari arah depan ke belakang agar tidak menyebarkan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, serta jangan lupa membersihkan daerah lipatan seperti di bokong. Lalu tunggu hingga kering sebelum memakaikan popok kembali agar tidak memicu ruam di kulit.

Ruam popok merupakan kondisi yang sering dialami bayi, meski tidak berbahaya tapi sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika ruam berlangsung lebih dari 2 hari atau semakin parah.

Untuk mencegahnya gantilah popok secara teratur terutama setelah buang air besar, lalu usaplah dengan lembut (jangan digosok) dan gunakan salep untuk mencegah atau menyembuhkan ruam. Jika memungkinkan biarkan bayi tanpa popok pada hari-hari tertentu saja.

Sumber : Detikhealth

Minggu, 09 September 2012

Cara Memandikan Bayi

View Article
Video Cara Memandikan bayi .


Sabtu, 01 September 2012

Tanda Bayi Mulai Tumbuh Gigi

View Article

Tanda Bayi Mulai Tumbuh Gigi





Tumbuh gigi seringkali menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi, membuatnya resah dan mudah tersinggung. Bayi biasanya merasa paling kesakitan saat gigi pertamanya tumbuh

Karena itu sensasi baru, dan saat gigi geraham tumbuh karena ukurannya yang besar. Rasa nyeri ini bias diikuti dengan meningkatkan suhu tubuh. Namun tidak sampai menimbulkan demam tinggi.



Tanda-tanda bayi sedang tumbuh gigi

  1. Rewel serta menangis lebih sering di malam hari.
  2. Banyak berliur.
  3. Selalu ingin menggigit untuk mengurangi rasa sakitnya. Berikan teether untuk membantu negurangi rasa gatal dan sakit pada gusinya.
  4. Pipinya memerah.
  5. Suhu tubuhnya sedikit naik (tapi tidak lebih dari 39oC, yang menIbukan demam).
  6. Gusinya membengkak dan merah.
  7. Lebih sering minta minum ASI, atau justru menolak minum ASI karena gusinya sakit.
  8. Selera makannya rendah.
  9. Tidurnya tidak nyenyak.
Cara membantu bayi yang tumbuh gigi
  1. Beri dia banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang karena banyak berliur.
  2. Memberinya teether untuk digigiti (yang dapat didinginkan di kulkas lebih baik).
  3. Dokter Ibu mungkin menyarankan memberikan pereda nyeri anak-anak seperti parasetamol atau ibuprofen.
  4. Oleskan krim pencegah iritasi (barrier cream) ke dagu, leher dan dadanya untuk mencegah iritasi kulit di daerah yang terkena liur.
  5. Alihkan perhatiannya dengan banyak pelukan atau mainan.  smbr:caraperawatanbayi.com

Selasa, 21 Agustus 2012

Memilih Popok Bayi

View Article
Karena saking banyaknya pilihan popok yang dipajang di rak-rak supermarket, mungkin Anda kesulitan memilih. Tapi tidak perlu bingung, Anda bisa membeli beberapa merk popok sekaligus tapi masing-masing merk tidak perlu banyak. Bandingkan popok tersebut dari segi:


  • Efektif dipakai. Pilih popok yang mampu menyerap pipis bayi lebih banyak ketimbang yang lain.
  • Kenyamanan. Buah hati Anda harus nyaman saat memakai popok dengan memilih yang berbahan llembut. Perhatikan pula perekatnya yang tidak mudah robek atau terbuka dengan sendirinya.
  • Aman dalam arti pas dengan bentuk tubuh buah hati Anda agar tidak terjadi kebocoran saat pipis maupun buang air besar.
  • Diciptakan khusus misal untuk bayi perempuan dan laki-laki. Popok ada pula yang khusus malam hari dengan daya tampung yang lebih banyak.
  • Harganya sepadan atau tidak dengan manfaatnya
  • Kemudahan dicari di toko/supermarket 
  • Tips memilih popok bayi sekali pakai. Bukan zamannya lagi seorang bayi bolak-balik terbangun dan menangis di malam hari hanya karena popoknya basah akibat mengompol.

    Kini sudah banyak beredar di pasaran berbagai merek diapers atau popok sekali pakai yang bisa dimanfaatkan. Dengan popok sekali pakai ini, bayi bisa buang air kecil lima kali atau bahkan delapan kali tanpa membasahi celana.

    Namun, pemakaian popok sekali pakai bukan tanpa risiko. Salah satu hal yang dikhawatirkan para ibu adalah munculnya ruam popok pada bayi akibat pemakaian popok disposable ini. Tak heran jika masih cukup banyak ibu yang ragu memakaikan popok sekali pakai pada bayinya. Padahal, pengaruh buruk popok sekali pakai sebenarnya mudah dihindari.

    Caranya, kita harus memanfaatkan produk itu dengan benar, dan memilih popok sekali pakai yang cocok untuk kebutuhan anak kita. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bahan popok. Umumnya, popok sekali pakai berbahan dasar bubur kertas atau pulp, kapas, kain kasa tipis, kain flanel,serta lapisan bahan berdaya serap tinggi. Bahan yang terakhir ini mampu menyerap cairan begitu banyak, bahkan hingga 100 kali berat bahan itu sendiri."

    Bahan-bahan itu sebenarnya sudah dirancang agar tidak menyebabkan iritasi atau alergi pada bayi," kata Tom Benedict, Senior Group Brand Manager, PT Softex Indonesia. Namun, mungkin saja bayi memiliki jenis kulit yang sensitif dan tidak tahan terhadap bahan dasar popok.

    Nah, beberapa merek popok sekali pakai sudah memanfaatkan teknologi terbaru untuk menghindari efek negatif ini. Umpamanya, dengan menambahkan bahan yang makin bersahabat dengan kulit sensitif bayi. Ada lagi yang menambahkan pH balance untuk menyeimbangkan kelembaban kulit bayi, bahkan ada pula yang menambahkan pengharum ringan pada bahan dasarnya.

    Memilih popok juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Pada usia di bawah tiga bulan, kulit bayi masih sangat sensitif. Karena itu, dibutuhkan popok yang berbahan lembut.

    Sementara, untuk yang sudah berusia empat sampai 19 bulan kebutuhannya berbeda lagi. Anak seusia itu mulai sangat aktif melakukan pergerakkan, mulai dari merangkak, berdiri sampai berjalan ke sana kemari. Untuk mereka, "Pilih popok yang punya daya tampung tinggi tapi tidak menyebabkan popok itu menggelembung dan melorot," kata Tom. Ini penting, agar popok tidak mengganggu perkembangan kemampuan merangkak dan berjalan sang anak. Lalu, untuk yang sudah berusia 20 bulan ke atas bisa dipilih popok yang lebih praktis berbentuk me nyerupai celana sehingga bisa diganti dengan cepat.

    Lebih jauh Tom menambahkan kalau orang tua perlu memastikan bahwa popok bayi yang dipilihnya terbuat dari bahan yang lembut dan berkualitas. Salah satu cara mengenali kualitasnya adalah memperhatikan apakah udara bisa mengalir dengan lancar atau tidak. Kelancaran ini penting mengingat kulit bayi begitu sensitif dan rawan terjadi ruam atau merah-merah karena lembab dan panas.

    Selain itu, perlu diperhatikan pula cara memanfaatkan popok sekali pakai yang benar. Idealnya, popok jenis ini dirancang untuk menyerap lima sampai delapan kali bayi buang air kecil. Hindari popok terlalu penuh, karena popok yang penuh tak lagi bisa menyerap air seni bayi dengan baik. Jika dipaksakan, kulit bayi akan terpapar air seni sehingga lembab dan menderita iritasiserta ruam popok.

    Karena itu, sering-seringlah mengecek jangan sam pai popok terlalu penuh. Normalnya popok digunakan hanya selama tiga sampai empat jam.

    Setiap habis buang air besar, popok disposable ini harus diganti. Setiap habis mengganti, area tubuh bayi yang tertutup popok harus dibersihkan dengan air bersih atau lap lembut basah.

    Kemudian keringkan dan diamkan dulu beberapa saat untuk memberi kesempatan kepada kulit bayi untuk bernafas, sebelum kembali memakai popok. Jadi, tak perlu lagi ragu memanfaatkan popok sekali pakai untuk sang buah hati.

    Asalkan, Anda cermat memilih produk yang cocok dan memanfaatkannya dengan cara yang benar. Demikian tips memilih diapers popok sekali pakai untuk bayi balita.

Ruam Pada Bayi

View Article

Ruam Popok adalah peradangan di daerah yang tertutup popok, seperti sekitar alat kelamin, pantat, dan pangkal paha bagian dalam. Ruam popok sering dialami oleh bayi baru lahir. Biasanya berwarna kemerahan disertai lecet-lecet ringan dan gatal. Ruam popok terjadi karena ada gesekan antara popok dengan kulit bayi. Hal ini karena kulit bayi masih sangat peka dan sensitif. Jika dia memakai popok maka kulitnya otomatis tertutup, akibatnya kulit menjadi lembab. Kelembaban yang berlebihan inilah yang memicu timbulnya ruam popok.
Selain itu penyebab lain ruam popok diantaranya kulit bayi terlalu lama terkena urin atau kotoran bayi akibat popok atau diaper yang terlalu lama dikenakan dalam kondisi kotor, Terlalu lama menggunakan diaper yang terbuat dari plastik atau karet yang menyebabkan iritasi dan terakhir biasanya dikarenakan memiliki riwayat alergi.
Untuk mencegah dan mengatasi ruam popok pada bayi tersebut, ibu bisa melakukan langkah-langkah berikut:
  1. Ganti popok sesering mungkin baik itu popok kain atau diaper, begitu basah segeralah ganti.
  2. Daerah popok harus dibersihkan secara lembut dengan air hangat. Keringkan dengan handuk lembut, angin-anginkan sebentar, lalu berikan bedak lembut bayi yang sesuai dengan jenis kulitnya.  Tapi, jika sudah terlanjur terkena ruam popok, oleskan krim bayi di daerah yang terkena ruam popok.
  3. Pilih popok yang berbahan lembut dan berdaya serap tinggi.
  4. Seka dan segera keringkan pantat bayi tiap kita mengganti popoknya. Gunakan air hangat dan kapas untuk membersihkan pantatnya.
  5. Oleskan nappy cream tiap kita mengganti popoknya.
  6. Sekali-kali biarkan bayi tidak memakai popok.
  7. Ganti merek popok bayi, mungkin dia alergi dengan popok jenis tertentu.
Diaper modern memang dapat menyerap lebih banyak cairan. Bayi bisa berkali-kali buang air di diapernya dan diaper tetap kering, tapi kulit bayi juga perlu bernapas dengan cara diangin-anginkan. Diaper bisa terbuat dari bahan yang kurang menyerap keringat, ini menyebabkan kulit bayi mengalami iritasi, terutama di bagian yang tertutup diaper. Akibatnya dapat terjadi ruam popok. Jika kita sudah mengganti popoknya, tapi ruam popok masih muncul, maka cobalah untuk mengganti merek diaper.
Gunakan popok kain yang lembut, gantilah segera dengan popok baru jika bayi buang air besar atau karena udara panas. Pastikan pantat bayi benar-benar kering sebelum memakaikan popok baru. Hindari penggunaan produk pewangi pakaian, ada beberapa bayi yang peka terhadap produk-produk semacam ini. Hindari produk tissu basah beralkohol karena dapat membuat kulit bayi iritasi. Lebih baik gunakan kapas basah yang dibasahi dengan air matang, atau kapas yang dibasahi dengan baby oil. Setiap mengganti popok, biarkan bayi telanjang/ tidak memakai popok untuk beberapa menit.

Sumber : Mengatasi dan Mencegah Ruam Popok Pada Bayi

Sabtu, 18 Agustus 2012

Berlibur aman dengan bayi

View Article

Cara Aman Berlibur dengan Bayi

 

      Kehadiran bayi bukan halangan untuk mengadakan liburan keluarga. Memang ada beberapa perubahan, liburan menjadi lebih repot, tetapi Anda akan mendapatkan kesenangan yang lebih besar. Yang terpenting pertimbangkan kondisi sang bayi. Lalu, bagaimana cara aman dan nyaman berlibur dengan bayi Anda ?
  • Pastikan kondisinya sehat. Bayi tidak sedang demam, pilek atau pola makan dan minumnya normal.
  • Pertimbangkan waktunya. Bayi bisa diajak berlibur kapan saja tetapi sebaiknya ditunda hingga usianya 2-3 bulan.
  • Lama perjalanan. Lama perjalanan relatif. Yang penting, perhatikan bayi selama perjalanan. Bawa beberapa mainan untuk menghibur bayi jika ia mulai rewel. Agar ia tidak kelaparan, berikan ASI paling lama 2 jam sekali.
  • Kendaraan yang tepat. Apapun kendaraannya tidak masalah. Tunggu bayi hingga usia 2-3 bulan jika menggunakan pesawat. Sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat dan lebih baik untuk melawan infeksi. Jika perjalanan tidak mungkin ditunda, bayi bisa diterbangkan setelah usianya 2 minggu. Asalkan ia lahir normal dan cukup bulan. Saat pesawat take off atau landing, berikan ASI atau botol susu. Hal ini untuk menyamakan tekanan udara di dalam kabin dan di rongga sinus bayi sehingga kerusakan gendang telinga bisa dicegah.
  • Beli tiket penuh untuk bayi jika menggunakan kereta api. Jangan meletakkannya sendirian di kursi karena ia bisa jatuh tanpa sepengetahuan Anda. Apabila memilih kapal laut, pilih seat yang memakai kamar agar bayi bisa lebih nyaman. Jika menggunakan kendaraan pribadi, letakkan bayi di kursi belakang. Hindari menempatkan bayi di kursi yang ada air bag-nya. Pastikan kursi bayi dan sabuk pengaman telah terpasang dengan benar sebelum berangkat.
sbr: melindahospital