Tampilkan postingan dengan label Anak Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Sehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2013

Makanan Balita Umur 0-24 Bulan

View Article
Bayi Dan Anak 

 

Tips Pemberian Makanan Bayi Umur 0-24 Bulan



Tips Pemberian Makanan Balita Umur 0-24 Bulan | Kesehatan – Seorang ibu yang baik seyogyanya memberikan makanan yang sehat dan berkualitas bagi anak bayinya. Seiring dengan bertambahnya umur bayi, kemampuan anak bayi dalam menerima jenis asupan makanan akan berbeda menurut jenjang umurnya.
Agar kesehatan anak bayi tetap terjaga dan kebutuhan gizi anak bayi tercukupi perlu diperhatikan jenis makanan yang diberikan ke anak bayi anda. Berikut tips mengenai pemberian makanan bayi pada usia 0-24 bulan.
makanan bayi
Jenis makanan bayi umur 0-24 bulan dibagi menjadi 4 tahap :
a. Makanan bayi umur 0 – 6 bulan
b. Makanan bayi umur 6 – 9 bulan
c. Makanan anak umur 9 – 12 bulan
d. Makanan anak umur 12 – 24 bulan
Pada situasi khusus seperti anak sakit atau ibu bekerja, pemberian makanan bayi/anak perlu penanganan secara khusus.
A. MAKANAN BAYI UMUR 0 – 6 BULAN
1. Pemberian kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang tinggi.
2. Pemberian ASI saja/ ASI Eksklusif
Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
B. MAKANAN BAYI UMUR 6 BULAN
1. Pemberian ASI diteruskan
mp asi
2. Bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pengganti ASI atau MP-ASI berbentuk lumat halus karena bayi sudah memiliki reflek mengunyah. Contoh MP-ASI berbentuk halus antara lain : bubur susu, biskuit yang ditambah air atau susu, pisang dan pepaya yang dilumatkan. Berikan untuk pertama kali salah satu jenis MP-ASI, misalnya pisang lumat. Berikan sedikit demi sedikit mulai dengan jumlah 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari. Berikan untuk beberapa hari secara tetap, kemudian baru dapat diberikan jenis MP-ASI yang lainnya.
3. Perlu diingat tiap kali berikan ASI lebih dulu baru MP-ASI, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin. MP-ASI berbentuk cairan diberikan dengan sendok, jangan sekali-kali menggunakan botol dan dot. Penggunaan botol dan dot berisiko selain dapat pula menyebabkan bayi mencret itu dapat mengakibatkan infeksi telinga.
4. Memberikan MP-ASI dengan botol dan dot untuk anak baduta sambil tiduran dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, apabila MP-ASI masuk keruang tengah.
5. Memperkenalkan makanan baru pada bayi, namun jangan dipaksa. Kalau bayi sulit menerima, ulangi pemberiannya pada waktu bayi lapar, sedikit demi sedikit dengan sabar, sampai bayi terbiasa dengan rasa makanan tersebut.
C. MAKANAN BAYI UMUR 6 – 9 BULAN
1. Pemberian ASI pada bayi tetap dilanjutkan
2. Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh karena itu, bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x sehari.
3. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi dapat ditambah sedikit demi sedikit sumber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa/margarin. Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi, disamping memberikan rasa enak juga mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam lemak.
4. Setiap kali makan, berikanlah makanan pengganti ASI bayi dengan takaran paling sedikit sebagai berikut :
- Pada umur 6 bulan – beri 6 sendok makan
- Pada umur 7 bulan – beri 7 sendok makan
- Pada umur 8 bulan – beri 8 sendok makan
- Pada umur 9 bulan – beri 9 sendok makan
“ Bila bayi meminta lagi, ibu dapat menambahnya”
D. MAKANAN BAYI UMUR 9 – 12 BULAN
1. Pada umur 10 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara berangsur, lambat laun mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.
2. Pemberian makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan yang bernilai gizi tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll. usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.
3. Anak bayi perlu dikenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkanlah ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan sayuran secara bergantian. Pengenalan berbagai bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.
E. MAKANAN ANAK UMUR 12 – 24 BULAN
1. Pemberian ASI dilanjutkan. Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang, tetapi masih merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi.
2. Pemberian makanan pengganti ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi setengah makanan orang dewasa setiap kali makan. Selain itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.
3. Jenis variasi makanan diperhatikan dengan Padanan Bahan Makanan. Contoh nasi dapat diganti dengan: mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati ayam diganti dengan: tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur sumsum, biskuit, dll.
4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara mendadak. Lakukan dengan cara mengurangi frekuensi pemberian ASI pada anak sedikit demi sedikit.
Demikian tips tentang Tips Pemberian Makanan Bayi Umur 0-24 Bulan. Silahkan membaca tips dan trik lainnya dengan topik kesehatan di blog ini. Semoga bermanfaat.

Selasa, 01 Januari 2013

Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Bayi dan Anak ibu

View Article
Bayi Dan Anak 

  Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Anak


  • Begini Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Anak
TRIBUNNEWS.COM - Banyak dampak yang diakibatkan karena kebiasaan mengisap jempol yang dilakukan anak. Tak heran kerap membuat orangtua khawatir akan dampak buruk pada perkembangan anak. Bagaimana caranya supaya kebiasaan mengisap jempolnya hilang?
Spesialis Anak RS Graha Husada Bandar Lampung, dr H Amran Harun SpA, menjelaskan yang dapat dilakukan orangtua prinsipnya ada dua. Pertama adalah mengetahui penyebabnya.
Sebelum pengobatan dimulai, kebiasaan anak sehari-hari harus diketahui termasuk cara anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Bila faktor pencetus emosional dan psikologis ditemukan, maka terapi anak dimulai.
Hal kedua yang dilakukan adalah menguatkan anak. Terapi harus dimulai dengan keikutsertaan anak, kerjasama dan yang paling penting ketertarikan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Orangtua diingatkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan semakin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.
Bila kebiasaan ini menetap setelah berumur 4 tahun, maka mulai dilakukan tindakan dengan memodifikasi perilaku dan beberapa pendekatan positif. Melatih anak sejak bayi dengan bermain seperti bertepuk tangan sambil bernyanyi dan lain-lain.
Mengingatkan anak, dapat dengan cara memberi catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jempol.
Atau bisa memberi hadiah stiker, buku cerita, perilaku khusus atau waktu berlibur dengan orangtua bila anak bebas mengisap jempol satu hari. Cara lain adalah dengan menghargai anak-anak bila tidak mengisap jempol, atau memberikan zat yang pahit yang dioleskan pada jempol pada waktu pagi, malam dan waktu anak mulai mengisap jempol.

Rabu, 17 Oktober 2012

TIPS BAHAN MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBEKUKAN

View Article

Bahan Makanan Ini Jangan Dibekukan 

 
















Beberapa bahan makanan ini biasanya kurang baik bila dibekukan dalam bentuk pure, walaupun belum tentu menganggu kandungan nutrisinya.
  • Telur. Masak seluruh telur atau hanya kuningnya, lalu bekukan tanpa dihaluskan.
  • Melon, papaya, mangga dan zukini. Bila dibekukan dalam bentuk pure, lalu dicairkan, biasanya akan berair serta terjadi perubahan rasa dan tekstur.
  • Kentang. Bila dibekukan dalam bentuk pure lalu dicairkan, biasanya akan terjadi perubahan rasa dan tekstur.
  • Tahu atau tofu. Bila dibekukan biasanya akan terjadi perubahan warna dan teksturnya menjadi berongga, tapi masih baik untuk dimakan.(me)
  • Smbr:ayahbunda

Sabtu, 13 Oktober 2012

Resep Makanan Bayi Sehat Usia 6 Sampai 8 Bulan Pilihan Terbaik

View Article

Resep Makanan Bayi Sehat Usia 6 Sampai 8 Bulan Pilihan Terbaik 

Inilah kumpulan Menu Koleksi Makanan Bayi Sehat untuk usia 6, 7, dan 8 bulan, yang penuh nutrisi serta gizi penting bagi perkembangan Bayi Sehat Anda. Berikut Daftar Resep Masakan Bayi Sehat Anda berdasarkan umur :

Puree Brokoli
Bahan puree brokoli diambil dari 3 kuntum brokoli. Kemudian. Cuci brokoli lalu kukus/rebus sampai lunak (5-10 menit). Tiriskan dan haluskan dengan garpu atau food processor. Tambahkan air rebusan bila terlalu kental.

Puree Kembang Kol
Bahan: 1 buah kembang kol. Cara Membuat: Ambil kuntumnya, cuci bersih, kukus hingga empuk, kira-kira 10-15 menit. Tiriskan. Setelah dingin diblender/saring dengan saringan kawat. Tambahkan air/ASI/susu formula jika diperlukan untuk mencairkan.

Puree Kentang
Bahan: 3 buah kentang, kupas, cuci lalu potong-potong dan siapkan juga ASI/Susu Formula. Cara Membuat: Kukus kentang sampai lunak. Tiriskan dan haluskan dengan garpu atau food processor. Tambahkan ASI/Susu Formula sampai mencapai kekentalan yang diinginkan.

Ingat makanan Bayi ini hanyalah sebagai pendamping Asi (Air Susu Ibu) setelah pemberian Asi eksklusif Usia 6 Bulan.

Jangan berikan Garam pada makanan bayi Anda, karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak.

Perhatikan juga Jadwal Pemberian Makan bayi Usia tersebut.
sbmr:kreasimenu


Menyusun menu masakan anak dan balita ibu

View Article
 Menyusun menu anak dan balita ibu









Menyusun menu anak balita adalah pekerjaan yang sangat penting bagi ibu. Bagi anak balita, kenyang saja tidak cukup, tapi harus diimbangi dengan nutrisi dan gizi yang seimbang, yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak. Karena asupan gizi yang masuk adalah sumber utama bagi perkembangan sel-sel otak dan juga tubuh anak.
Penyusunan menu anak balita yang tidak seimbang, dapat mengakibatkan anak kekurangan zat gizi tertentu, yang berdampak buruk bagi pertumbuhan anak.  Contoh:  Kekurangan kalsium bisa menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh, berkurangnya daya ingat , gangguan jantung dan kram otot. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia dan gangguan proses berpikir. Sementara kekurangan protein menyebabkan otak anak tidak berkembang optimal, gangguan motorik dan kecerdasan anak.
Yang juga harus diperhatikan dalam menyusun menu anak balita adalah variasi dalam penyajian masakan agar anak tidak merasa bosan dan mau makan dengan senang. Karena anak balita juga sudah mengenal rasa bosan terhadap makanan, juga sudah mengetahui rasa apa yang disukai dan tidak disukai.
Berikut ini adalah panduan pola makan sehari-hari  bagi anak balita. Dengan panduan ini ibu bisa membuat dan menyusun menu anak balita dengan nutrisi seimbang. Hindari penyajian makanan dan minuman yang tidak baik, misalnya  banyak mengkonsumsi makanan manis, minuman ringan atau sari buah kemasan atau makanan yang dapat membuat anak balita tersedak seperti kacang, anggur atau permen.

Panduan untuk menyusun menu anak balita:

  1. Kelompok Gandum:  misalnya satu potong roti, setengah cangkir nasi atau pasta atau setengah gelas sereal masak yang dikombinasikan dengan sedikit sereal siap saji. Sajikan 6 kali dalam sehari.
  2. Kelompok Nabati: misalnya setengah gelas sayuran potong atau satu gelas sayuran daun. Sajikan 3 kali sehari.
  3. Kelompok Buah-buahan: satu jenis buah, ¾  gelas jus buah murni (tanpa gula), ½ gelas buah kaleng atau ¼ gelas buah kering. Sajikan 2 kali sehari.
  4. Kelompok Susu: satu gelas susu atau yogurt atau 2 ons keju. Bisa disajikan 2 kali sehari.
  5. Kelompok Daging: 2-3 ons daging lunak/unggas/ikan yang sudah dimasak, ½ gelas kacang kering masak. 1 ons daging bisa menggantikan 2 sdm mentega atau 1 butir telur. Sajikan 2 kali sehari.
  6. Lemak, Minyak dan Gula: Kandungan lemak dalam makanan tidak boleh lebih dari 30%. Perhatikan juga jenis lemak yang dikonsumsi. Lemak jenuh yang terdapat pada daging, produk susu dan kelapa dapat meningkatkan kadar kolesterol. Lebih baik gunakan lemak jenuh yang terdapat pada zaitun dan jagung.Lemak jenuh yang dikonsumsi setiap hari tidak boleh lebih dari 10%
Untuk memperolah nutrisi dan gizi yang tepat, anak balita harus mengkonsumsi beragam jenis makanan.

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menyusun menu anak balita agar mendapat nutrisi yang baik:

  1. Sajikan jenis makanan yang beragam.
  2. Pilih makanan kaya serat dari jenis gandum, sayuran dan buah-buahan.
  3. Pilih makanan yang rendah lemak  dan rendah kalori.
  4. Batasi konsumsi gula dan garam, jangan berlebihan.
  5. Pilih makanan yang mengandung cukup kalsium dan zat besi .
  6. Hindari penyediaan makanan dan minuman berkalori tinggi, minuman ringan dan es krim.
  7. Ciptakan kebiasaan memilih makanan sehat dalam keluarga.
Demikianlah panduan dan tips menyusun menu anak balita. Semoga bermanfaat
smbr:gayabunda

Minggu, 07 Oktober 2012

Bayi Belum Bisa Merangkak

View Article

Bayi Belum Bisa Merangkak? Tidak Perlu Khawatir…




Perlu Anda ketahui, para ahli menganggap bahwa “merangkak” itu sendiri BUKAN merupakan suatu pencapaian yang harus dilalui oleh setiap bayi. Makanya, jangan heran kalau ada bayi yang bisa berjalan TANPA sebelumnya bisa merangkak terlebih dahulu. Bayi seperti ini melewatkan fase merangkak. Bahkan sebagian bayi ada juga yang baru bisa merangkak menjelang usia 1 tahun.
Yang merupakan sebuah pencapaian adalah melihat benda-benda yang berada di luar jangkauan si bayi dan berusaha untuk mendapatkannya. Apabila bayi Anda sudah menunjukkan “gejala” ini, berarti ia sedang memperbaiki perkembangan kognitif dan motoriknya.
Dalam usahanya mengambil benda yang berada di luar jangkauan, si bayi mungkin akan merayap di atas perutnya, ada juga yang sambil dalam posisi duduk beringsut-ingsut di atas pantatnya menghampiri benda tadi, ada pula yang merangkak, bahkan sebagian kecil bayi ada yang mencoba berdiri tegak dan berjalan untuk berusaha mengambil benda tersebut. Semua ini bisa terjadi pada usia 7 bulan… terus dampingi dan beri semangat..

smbr: tipsbayi

Perkembangan Bayi 7 Bulan

View Article

Perkembangan Bayi 7 Bulan



Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa duduk dan ia akan lebih banyak menghabiskan hari-harinya dalam posisi ini. Bahkan kebanyakan bayi berusia 7 bulan sudah bisa duduk dengan tanpa ditopang sama sekali.
Namun demikian, Anda tetap harus mengawasinya dengan baik ketika ia duduk, sebab terkadang ia akan kehilangan keseimbangan dan terjerembab ke lantai. Ada baiknya jika ia didudukkan di tempat yang agak empuk tapi solid, atau Anda juga bisa meletakkan bantal-bantal di belakangnya untuk berjaga-jaga.
Jika ia melihat benda-benda menarik yang berada dalam jangkauannya, ia akan mencoba untuk meraihnya. Bahkan jika ia sedang dalam posisi duduk, maka ia akan mulai menyondongkan tubuhnya ke depan. Tahap selanjutnya, ia akan berlutut sambil bertopang dengan kedua tangannya. Perkembangan ini merupakan kemajuan yang sangat baik dan akan menjadi “modal” bagi si bayi untuk merangkak.


Amankan Rumah Anda

Karena pada tahap ini bayi Anda normalnya sudah memiliki mobilitas yang tinggi dan sudah mulai “merambah” ke seputar rumah, maka pastikan Anda membuat rumah Anda aman untuknya. Diantara hal yang bisa Anda lakukan:
  • Tutuplah stop kontak yang mungkin terjangkau oleh bayi Anda
  • Tutupi ujung-ujung tajam yang terdapat pada meubel di rumah Anda yang dapat terjangkau olehnya
  • Perhatikan kalau ada bagian meubel yang rusak yang bisa membahayakannya
  • Berikan semacam pagar pendek pada mulut tangga yang ada di rumah Anda

Gelisah Menghadapi Orang Asing

Pada rentang usia 6-12 bulan, bayi biasanya akan menimbulkan reaksi negatif jika bertemu dengan orang asing. Kondisi ini bisa dikenal dengan istilah Stranger Anxiety. Biasanya dia akan rewel, berulah, atau bahkan menangis jika bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. Ini merupakan proses yang normal, karena pada usia ini bayi sudah mulai mengenal dengan baik siapa-siapa orang yang dekat dengannya dan siapa yang tidak.
Kalau bayi Anda tiba-tiba menangis ketika bertemu dengan orang yang asing baginya, maka Anda tidak perlu memarahinya. Bahkan ada sebagian orang tua yang “menyalahkan” bayinya dengan mengatakan kepada orang tersebut, “Waduh, maaf ya Bu… si Halsa memang suka bertingkah kalau ketemu orang baru!”. Ini merupakan pendekatan yang kurang tepat lho!
Yang seharusnya Anda lakukan adalah menghibur bayi Anda. Anda bisa mengatakan, “Halsa, ini kan Paman Ahmad… Paman Ahmad pengen sekali ketemu dengan Halsa…”. Jika ia masih belum mau dekat, maka jangan dipaksa. Nantinya, dengan melihat keakraban Anda dengan “si orang asing”, bayi Anda pun akan merasa aman dengan kehadirannya.

Susah Berpisah

Bayi pada tahap ini juga sudah mulai “lengket” dengan ibunya dan susah berpisah. Cara mengatasi hal ini adalah dengan menumbuhkan rasa aman dan percaya si bayi pada orang-orang dekat Anda. Jika ia sudah mulai dekat dengan Bibinya, misalnya, maka coba Anda tinggalkan mereka sebentar. Namun, pastikan Anda “berpamitan” dulu kepada si kecil. Jangan pernah menyelinap pergi tanpa memberitahu bayi Anda. Dengan demikian, Anda melatih bayi Anda untuk memiliki percaya diri.
Terakhir, ingatlah… setiap bayi memiliki perkembangan yang UNIK – termasuk bayi Anda! Jika bayi Anda ternyata perkembangannya pada usia ini tidak sama persis dengan apa yang kami jelaskan di atas, maka jangan terburu-buru panik… Kecuali jika memang Anda merasa bahwa perkembangannya amat sangat lambat dan mulai mengkhawatirkan, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter Anak Anda…
Smbr:tipsbayi

Selasa, 02 Oktober 2012

HINDARI PENGGUNAAN PAMPERS SECARA TERUS MENERUS

View Article

HINDARI PENGGUNAAN PAMPERS SECARA TERUS MENERUS



Bagi anak kecil dan mungkin jika masih tergolong balita, maka akan banyak hal berlangsung secara spontan di luar kontrol anak tersebut, karena memang belum memiliki nalar dan pemahaman logika yang cukup. Balita secara normal hidup dalam fase pertumbuhan badan dan sedikit peningkatan kecerdasan. Anak balita harus tumbuh dan hidup dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya. Pada saat ini, aktivitas yang dilakukan mungkin berupa tidur, bangun, makan bubur, minum susu, bermain-main, tentu saja semua dengan segala keterbatasannya. Artinya ada balita yang hanya bisa tidur berbaring saja, ada yang sudah bisa bergerak menelungkup, ada yang bisa merangkak atau ada yang sudah bisa berjalan.

Dalam beraktivitas seperti ini, kebutuhan naluriah balita akan selalu dia inginkan. Jika dia merasa haus atau lapar, tentu saja akan mencari ibunya untuk menyusui atau mencari botol minumnya. Selain itu juga kalau merasa ingin buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, baltia akan langsung melakukannya secara spontan. Dia tidak peduli soal waktu, lokasi dan situasi yang saat itu dihadapi. Tentu saja hal ini sesuatu yang normal dan patut diterima bagi orang tua balita tersebut. Kalau balita sudah buang air, maka orang tua atau pengawas balita tersebut harus cepat membersihkan baju atau celana yang dikenakan, kain alas berbaring atau lantai , sehingga balita dapat bersih dan merasa nyaman kembali. Bagi orang tua, tindakan membersihkan dengan cepat dapat menjamin lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, serta tidak bau.

Proses buang air oleh balita dan aktivitas mengganti celana atau kain ini dalam sehari bisa terjadi berulang kali. Hal ini memaksa para orang tua untuk memiliki bahan dalam jumlah yang mencukupi. Segera setelah kotor makan kain dan celana yang kotor ini hendaknya dicuci dan dikeringkan kembali sehingga dapat digunakan seterusnya. Kendala yang mungkin terjadi adalah jika berlangsung saat musim hujan. Kondisi udara yang dingin memungkinkan proses buang air oleh balita menjadi lebih sering terjadi, sementara proses pengeringan baju dan kain yang telah dicuci akan menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi hal ini maka banyak orang tua memilih untuk membeli pampers bagi balitanya. Pampers ini dapat berupa lembaran kain dengan bahan spons yang berada di dalamnya. Bahan spons ini mampu menyerap air dan tidak tembus keluar. Pampers dibuat dengan tujuan pemakaian sekali pakai dan setlah itu harus dibuang (disposable). Dengan penggunaan pampers ini maka balita tetap dapat melakukan hajat hidupnya untuk buang air dengan leluasa, sementara kebersihan celana dan kain tetap terjaga kering. Tentu saja karena alasan kapasitas penyerapan spons pada satu pampers yang terbatas, serta alasan kesehatan, penggunaan pampers harus sering diikuti dengan pergantian setiap beberapa waktu tertentu. Jangan sampai pampers yang sudah terkena kotoran tetap dipakai sampai jangka waktu lama, karena akan menyebabkan banyak bakteri dan jamur datang, serta mungkin mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit balita.

Mengingat alasan kepraktisan penggunaan pampers ini maka banyak orang tua sekarang ini memilih untuk menggunakan produk ini. Dari sini jelas kegiatan mencuci celan dan kain balita menjadi berkurang. Kegiatan membersihkan alas tidur dan lantai juga lebih mudah daripada saat balita tidak menggunakan pampers. Hal yang kemudian menjadi tidak disadari adalah penggunaan pampers ini bisa menjadi kebiasaan rutin dan dianggap harus digunakan balita sepanjang waktu selama 24 jam. Kebiasaan ini bila ditinjau dari kesehatan sebenarnya tidak baik, karena gerak balita biasanya menjadi kurang nyaman, serta sirkulasi kontak udara untuk bagian tubuh yang tertutup pampers menjadi kurang. Apalagi jika orang tua lalai untuk menjaga bagian tubuh balita tetap kering dan tidak lembab. Efek yang paling mungkin adalah terjadinya iritasi pada kulit di daerah pinggang atau paha bayi.

Di masyarakat, isu penggunaan pampers banyak menjadi bahan pertanyaan karena banyak dugaan negatif yang memang sangat mungkin. Dari beberapa forum diskusi online dan Yahoo Answer ada ulasan yang terkait hal ini.Contoh isu yang ada adalah :

anak laki2 kalo terlalu sering pake pampers/nappy/diaper akan berpengaruh pada sistem reproduksinya kelak, soalnya testisnya kan panas jadi produksi spermanya (Komentar : bayi apa sudah bisa menghasilkan sperma ya ???)
Bisa bikin anak jalannya ngengkang (Komentar : ini mungkin kalau pakai pampersnya ekstra size, tetapi sebenarnya lebih sering kalau digendong dengan kaki terbuka, CMIIW)
Bisa bikin kaki anak berbentuk O (Komentar : ini relatif mirip yang atas)
Penggunaan pampers untuk balita ini hendaknya menjadi perhatian para orang tua, khususnya untuk memilih waktu-waktu tertentu saja. Jadi pampers bukan untuk digunakan terus menerus selama 24 jam. Mungkin perlu dipilih waktu saat pagi hari dimana balita sehabis mandi untuk diajak beraktivitas pagi, saat ada tamu berkunjung, saat balita diajak keluar untuk bepergian. Di luar masa-masa itu, balita lebih baik untuk menggunakan popok atau celana kain biasa.

Dengan menerapkan kebiasaan ini, selain pertimbangan kesehatan, sebenarnya ada alasan lain yang mungkin dapat menjadi pertimbangan. Penggunaan pampers terus menerus akan menyebabkan pengeluaran semakin banyak. Jika dikurangi maka uang pengeluaran dapat dialihkan untuk pembelian susu atau makanan bayi saja.
Manfaat lain pengurangan penggunaan pampers adalah dari sisi lingkungan. Seperti diketahui, bahwa bahan spons pada pampers terbuat dari polimer yang relatif tidak mudah terdegradasari. Padahal setiap pampers selesai digunakan, akan langsung dibuang begitu saja. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan. Kalau langkah penggunaan pampers dapat diatur seperlunya saja dengan diselingi penggunaan celana maka akan dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Kalau sudah seperti ini mungkin secara tidak disadari akan memberikan pemahaman lingkungan yang baik bagi para orang tua. Setelah itu bagi balita tersebut mungkin dapat terus ditumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga setelah besar nanti juga memiliki kepedulian yang tinggi juga. Catatan khusus adalah sampai saat ini tidak hasil kajian yang menunjukkan perbedaan fisik dan prestasi balita hanya karena faktor penggunaan pampers.



kompasiana.com