Tampilkan postingan dengan label PERMAINAN ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERMAINAN ANAK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Permainan untuk Bayi 4 - 6 Bulan

View Article
Permainan untuk Kecerdasan Bayi 4 - 6 Bulan
Bayi Anda yang kini berusia 4-6 bulan, bergerak semakin lincah. Daya jelajahnya pun semakin bertambah. Berikut permainan yang mengasah kecerdasan dan merangsang perkembangannya:

Bermain cilukba. Tawa renyahnya mulai meramaikan rumah Anda. Ia tak mau kalah berteriak, "Ba!" ketika diajak main cilukba. Sesekali bayi memperhatikan reaksi Anda dan mulai meniru mimik muka Anda.

Bermain rattle. Bayi begitu penasaran dengan mencari-cari rattle dan mencoba memegang sendiri. Berhubung kaki-kakinya masih belum kuat menumpu badan, ia mencoba meraih dengan berguling-guling dan ...hore dapat! Ia hanya memegang dan seringkali rattle terjatuh karena tangannya masih belum kuat memegangnya.

Bermain gebuk drum. Berguling kesana kemari sambil bermain dengan kedua tangannya merupakan permainan favoritnya. Ia mulai menyadari tangannya bisa diajak bermain dan bekerja sama melakukan sesuatu sesuai keinginannya, misalnya mengambil benda di dekatnya. Ketika berhasil, ia mulai memukul-mukulkan mainannya ke kasur atau ke lantai. "Duk, duk, duk!" ia senang sekali mendengar bunyi itu

Bermain bola. Bayi kagum dengan bentuk bola yang bulat besar dan bisa menggelinding ke segala arah. Saat ini, bayi Anda baru bisa memegang dan merasakan tekstur permukaan bola yang jauh lebih besar dari bola yang pernah ia eksplorasi di usia 3 bulan

Bermain telepon mainan. Pegang-pegang mainan tanpa tahu bagaimana cara memainkannya. Namun kali ini, bayi mulai mengamati gerak-gerik Anda menekan tombol-tombol di telepon. Sesekali ia tertarik meniru gerakan Anda. Bayi Anda sebenarnya masih belum bisa menekan tombol hingga bisa membuat telepon berbunyi. Kekuatan tangannya masih terbatas, belum lagi koordinasi motorik halusnya belum bisa diandalkan. Ia baru menguasai pindah memindah barang dari tangan kanan ke tangan kiri dan sebaliknya.
Smbr:ayahbunda

Rabu, 22 Agustus 2012

WASPADA BALITA ANDA SUKA MAINAN PINTU

View Article
Balita Senang Buka Tutup Pintu
 
 
Kemampuan motorik dan koordinasi tubuh yang meningkat serta rasa ingin tahu yang besar, menyebabkan anak senang berekplorasi dan menjelajahi setiap sudut rumah. Salah satu benda yang kerap menarik perhatiannya adalah pintu.

Aktivitas membuka dan menutup pintu memberi sensasi tersendiri bagi si dua tahun. Semakin dicegah, anak akan semakin penasaran. Walaupun sebagai orang tua kita mungkin dilanda rasa khawatir takut tangan mungilnya terjepit, tapi jangan pernah kekang keinginan anak. Dengan stimulasi yang tepat anak pun bisa mendapatkan pengalaman baru tanpa harus membuat Ayah Bundanya khawatir.

Tidak melarang anak. Melarang anak sama dengan menahan hasratnya untuk bereksplorasi dalam rangka menuntaskan rasa ingin tahunya. Beri anak kesempatan untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan. Lagipula kegiatan menggenggam gagang pintu, menarik serta mendorong otomatis membuat kemampuan motorik kasarnya terlatih. Selain itu kemampuannya untuk melakukan kordinasi antara mata, tangan dan kaki juga dirangsang. Dan saat si kecil berhasil membuka dan menutup pintu sendiri, pasti  harga dirinya meningkat.

Tidak berteriak. Bila tiba-tiba Anda mendapati si kecil sedang asyik bermain pintu, teriakan Anda bisa membuatnya kaget, panik, merasa bersalah dan takut. Kaget dan panik dapat membuat anak kehilangan kendali, sehingga dia bisa terantuk atau terjepit pintu. Rasa bersalah dan takut malah hanya membuat dia enggan bereksplorasi.

Usahakan untuk mendampinginya. Cari jarak aman untuk mengawasinya. Aman di sini berarti, Anda tidak berada terlalu dekat dengannya sehingga dia bisa berusaha sendiri, tapi juga tidak terlalu jauh untuk segera membantunya jika dia terlihat mau terjepit atau terbentur. Memberinya kesempatan untuk mencoba sendiri akan mengasah kemandirian serta rasa percaya dirinya.

Pancing anak dengan mengetuk-ngetuk atau memanggil namanya dari balik pintu agar ia menghampiri dan membukanya. Anak akan mencari sumber bunyi dan berusaha menemukannya. Hal ini akan mengasah logika berpikir dan kemampuannya mendengar. Saat ingin menghampiri asal suara yang berada di balik pintu, ia tentu harus berusaha untuk membuka pintu terlebih dahulu. Dari sini anak pun belajar memecahkan masalah. Satu hal yang perlu diperhatikan, jika Anda berada di sisi pintu yang satu, maka pastikan ada orang dewasa lainnya yang menjaga si kecil di sisi lain tempatnya berdiri.

Beri contoh membuka dan menutup pintu yang benar dan aman agar dia maupun orang lain tak akan terluka. Berdirilah di samping anak, arahkan tangan anak untuk menggenggam pegangan pintu diikuti dengan tangan Anda di atasnya. Lalu, ajak dia untuk melakukan gerakan menarik dan mendorong dengan perlahan. Ingatkan dia untuk tetap fokus, katakan, “Ayo, lihat pintunya. Perhatikan ya, pintunya harus ditarik atau didorong?” Anak perlu dilatih untuk memusatkan perhatiannya pada apa yang sedang dia lakukan.

Beri pengaman pada pintu agar aktivitas ini tak akan membuat anak celaka. Banyak kok, alat pengaman bisa menahan agar pintu tidak tertutup sempurna saat dibuka atau ditutup. Dan karena sekarang alat pengaman itu mempunyai bentuk yang lucu sehingga menarik perhatian si kecil, maka tidak ada salahnya jika dipasang jauh dari jangkauan anak-anak.

Kunci beberapa pintu menuju ruangan yang berbahaya, seperti pintu gudang, pintu kamar mandi, pintu dapur, pintu lemari. Ruangan yang belum atau jarang didatangi akan memancing rasa ingin tahu. Akibatnya, keinginan dia ke sana pun besar.  Akan sangat berbahaya kalau si kecil tanpa sengaja memasuki ruangan-ruangan tersebut dan terjebak di dalamnya, terpleset di kamar mandi atau memegang benda panas yang ada di dapur.

smbr: ayahbunda

Sabtu, 18 Agustus 2012

Cara tepat memilih mainan untuk buah hati bunda

View Article

Memilih Mainan Bayi Sesuai Usia

 

    Memilih mainan bayi bisa dikatakan gampang-gampang susah. Saat ini, di pasaran banyak beredar berbagai jenis mainan dengan warna dan bentuk yang menarik. Sebagai orangtua, tentunya kita harus pandai dalam memilih mainan bayi. Jangan sampai bayi Anda terluka ketika memegang mainannya.
    Mahal atau murah bukanlah ukuran keamanan sebuah mainan bayi. Hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih mainan bayi adalah jenis dan manfaatnya untuk bayi. Pilihlah mainan yang jenisnya sesuai dengan usia bayi Anda. Perhatikan pula manfaat apa yang bisa diperoleh dari memainkan mainan bayi tersebut.
    Jika budget Anda terbatas, Anda bisa memainkan kreativitas Anda untuk membuat mainan bagi si buah hati. Misalnya saja, Anda bisa mempergunakan bahan-bahan sederhana seperti karton dan gabus. Dengan bahan-bahan tersebut, Anda bisa berkreasi untuk membuat puzzle atau balok-balok mainan.

Berikut beberapa tips dalam memilih mainan bayi berdasarkan usianya :

1. Bayi baru lahir sampai 3 bulan

Bayi baru lahir biasanya masih belum terlalu banyak bergerak. Untuk bayi mungil Anda, mainan dengan warna-warni yang menarik bisa digantung di box bayi. Mainan tersebut biasanya akan bergerak-gerak, hal tersebut akan menrik perhatian si kecil.

Selain itu, Anda juga bisa menaruh mainan yang memiliki bunyi-bunyian seperti kotak musik yang lembut, lonceng, giring-giring, ataupun mainan yang bisa berbunyi ketika bayi Anda menekannya.

2. Bayi usia 3-6 bulan

Untuk bayi pada usia ini, biasanya mereka sudah mulai banyak bergerak dan mulai ingin tahu berbagai macam benda disekelilingnya dengan cara menggigit-gigit. Anda bisa memberikan mainan dari plastik atau karet yang bisa mereka gigit. Pastikan mainan tersebut aman saat bayi Anda menggigit atau mengunyahnya.

Selain mainan tersebut, pada usia ini Anda juga bisa memberikan mainan seperti mainan empuk yang berisi dakron atau kapuk, bola, lonceng, gelang dan lainnya. Pastikan mainan yang Anda berikan aman dan tidak akan melukai si kecil.

3. Bayi usia 6-9 bulan

Memasuki usia ini, bayi Anda akan semakin aktif untuk mengetahui segala hal dan benda-benda yang ada di sekelilingnya. Pastikan benda-benda ataupun ruangan tempat bayi Anda berada, aman dari segala sesuatu yang dapat membahayakannya.

Di usia ini, Anda dapat memilih mainan bayi seperti balok-balok kecil atau bola-bola dengan warna-warna yang mencolok. Anda juga dapat memberikan mainan yang bisa menggelinding atau mainan yang beroda sehingga bayi Anda bisa mengejarnya.

4. Bayi usia 9-12 bulan
Pada usia ini, biasanya bayi Anda akan mulai belajar berjalan. Mereka biasanya akan belajar berdiri atau berjalan dengan memegang benda-benda yang ada disekelilingnya. Di usia ini pun, biasanya bayi akan mulai menyukai permainan yang interaktif.

Berikan buah hati Anda mainan yang dapat merangsang perkembangan dan pertumbuhannya. Seperti mainan yang bisa di lepas-lepas atau bisa dicabut pasang, seperti balok berwarna-warni atau kotak-kotak besar berbahan karton yang bisa dipanjatnya. Dan pastikan Anda selalu mendampingi si kecil saat bermain.

Dalam memilih mainan bayi pastikan selalu keamanannya sebelum Anda membeli. Jangan tergiur dengan harganya yang murah atau bentuknya yang menarik. Pilihlah mainan sesuai dengan kebutuhan usia buah hati Anda dan tentunya yang dapat merangsang tumbuh kembang anak.

smbr :melindahospital.com