Tampilkan postingan dengan label Anak Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Sehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2013

Makanan Balita Umur 0-24 Bulan

View Article
Bayi Dan Anak 

 

Tips Pemberian Makanan Bayi Umur 0-24 Bulan



Tips Pemberian Makanan Balita Umur 0-24 Bulan | Kesehatan – Seorang ibu yang baik seyogyanya memberikan makanan yang sehat dan berkualitas bagi anak bayinya. Seiring dengan bertambahnya umur bayi, kemampuan anak bayi dalam menerima jenis asupan makanan akan berbeda menurut jenjang umurnya.
Agar kesehatan anak bayi tetap terjaga dan kebutuhan gizi anak bayi tercukupi perlu diperhatikan jenis makanan yang diberikan ke anak bayi anda. Berikut tips mengenai pemberian makanan bayi pada usia 0-24 bulan.
makanan bayi
Jenis makanan bayi umur 0-24 bulan dibagi menjadi 4 tahap :
a. Makanan bayi umur 0 – 6 bulan
b. Makanan bayi umur 6 – 9 bulan
c. Makanan anak umur 9 – 12 bulan
d. Makanan anak umur 12 – 24 bulan
Pada situasi khusus seperti anak sakit atau ibu bekerja, pemberian makanan bayi/anak perlu penanganan secara khusus.
A. MAKANAN BAYI UMUR 0 – 6 BULAN
1. Pemberian kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang tinggi.
2. Pemberian ASI saja/ ASI Eksklusif
Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
B. MAKANAN BAYI UMUR 6 BULAN
1. Pemberian ASI diteruskan
mp asi
2. Bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pengganti ASI atau MP-ASI berbentuk lumat halus karena bayi sudah memiliki reflek mengunyah. Contoh MP-ASI berbentuk halus antara lain : bubur susu, biskuit yang ditambah air atau susu, pisang dan pepaya yang dilumatkan. Berikan untuk pertama kali salah satu jenis MP-ASI, misalnya pisang lumat. Berikan sedikit demi sedikit mulai dengan jumlah 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari. Berikan untuk beberapa hari secara tetap, kemudian baru dapat diberikan jenis MP-ASI yang lainnya.
3. Perlu diingat tiap kali berikan ASI lebih dulu baru MP-ASI, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin. MP-ASI berbentuk cairan diberikan dengan sendok, jangan sekali-kali menggunakan botol dan dot. Penggunaan botol dan dot berisiko selain dapat pula menyebabkan bayi mencret itu dapat mengakibatkan infeksi telinga.
4. Memberikan MP-ASI dengan botol dan dot untuk anak baduta sambil tiduran dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, apabila MP-ASI masuk keruang tengah.
5. Memperkenalkan makanan baru pada bayi, namun jangan dipaksa. Kalau bayi sulit menerima, ulangi pemberiannya pada waktu bayi lapar, sedikit demi sedikit dengan sabar, sampai bayi terbiasa dengan rasa makanan tersebut.
C. MAKANAN BAYI UMUR 6 – 9 BULAN
1. Pemberian ASI pada bayi tetap dilanjutkan
2. Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh karena itu, bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x sehari.
3. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi dapat ditambah sedikit demi sedikit sumber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa/margarin. Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi, disamping memberikan rasa enak juga mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam lemak.
4. Setiap kali makan, berikanlah makanan pengganti ASI bayi dengan takaran paling sedikit sebagai berikut :
- Pada umur 6 bulan – beri 6 sendok makan
- Pada umur 7 bulan – beri 7 sendok makan
- Pada umur 8 bulan – beri 8 sendok makan
- Pada umur 9 bulan – beri 9 sendok makan
“ Bila bayi meminta lagi, ibu dapat menambahnya”
D. MAKANAN BAYI UMUR 9 – 12 BULAN
1. Pada umur 10 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara berangsur, lambat laun mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.
2. Pemberian makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan yang bernilai gizi tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll. usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.
3. Anak bayi perlu dikenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkanlah ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan sayuran secara bergantian. Pengenalan berbagai bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.
E. MAKANAN ANAK UMUR 12 – 24 BULAN
1. Pemberian ASI dilanjutkan. Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang, tetapi masih merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi.
2. Pemberian makanan pengganti ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi setengah makanan orang dewasa setiap kali makan. Selain itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.
3. Jenis variasi makanan diperhatikan dengan Padanan Bahan Makanan. Contoh nasi dapat diganti dengan: mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati ayam diganti dengan: tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur sumsum, biskuit, dll.
4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara mendadak. Lakukan dengan cara mengurangi frekuensi pemberian ASI pada anak sedikit demi sedikit.
Demikian tips tentang Tips Pemberian Makanan Bayi Umur 0-24 Bulan. Silahkan membaca tips dan trik lainnya dengan topik kesehatan di blog ini. Semoga bermanfaat.

Selasa, 01 Januari 2013

Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Bayi dan Anak ibu

View Article
Bayi Dan Anak 

  Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Anak


  • Begini Cara Menghilangkan Kebiasaan Isap Jempol Pada Anak
TRIBUNNEWS.COM - Banyak dampak yang diakibatkan karena kebiasaan mengisap jempol yang dilakukan anak. Tak heran kerap membuat orangtua khawatir akan dampak buruk pada perkembangan anak. Bagaimana caranya supaya kebiasaan mengisap jempolnya hilang?
Spesialis Anak RS Graha Husada Bandar Lampung, dr H Amran Harun SpA, menjelaskan yang dapat dilakukan orangtua prinsipnya ada dua. Pertama adalah mengetahui penyebabnya.
Sebelum pengobatan dimulai, kebiasaan anak sehari-hari harus diketahui termasuk cara anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Bila faktor pencetus emosional dan psikologis ditemukan, maka terapi anak dimulai.
Hal kedua yang dilakukan adalah menguatkan anak. Terapi harus dimulai dengan keikutsertaan anak, kerjasama dan yang paling penting ketertarikan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Orangtua diingatkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan semakin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.
Bila kebiasaan ini menetap setelah berumur 4 tahun, maka mulai dilakukan tindakan dengan memodifikasi perilaku dan beberapa pendekatan positif. Melatih anak sejak bayi dengan bermain seperti bertepuk tangan sambil bernyanyi dan lain-lain.
Mengingatkan anak, dapat dengan cara memberi catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jempol.
Atau bisa memberi hadiah stiker, buku cerita, perilaku khusus atau waktu berlibur dengan orangtua bila anak bebas mengisap jempol satu hari. Cara lain adalah dengan menghargai anak-anak bila tidak mengisap jempol, atau memberikan zat yang pahit yang dioleskan pada jempol pada waktu pagi, malam dan waktu anak mulai mengisap jempol.

Rabu, 17 Oktober 2012

TIPS BAHAN MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBEKUKAN

View Article

Bahan Makanan Ini Jangan Dibekukan 

 
















Beberapa bahan makanan ini biasanya kurang baik bila dibekukan dalam bentuk pure, walaupun belum tentu menganggu kandungan nutrisinya.
  • Telur. Masak seluruh telur atau hanya kuningnya, lalu bekukan tanpa dihaluskan.
  • Melon, papaya, mangga dan zukini. Bila dibekukan dalam bentuk pure, lalu dicairkan, biasanya akan berair serta terjadi perubahan rasa dan tekstur.
  • Kentang. Bila dibekukan dalam bentuk pure lalu dicairkan, biasanya akan terjadi perubahan rasa dan tekstur.
  • Tahu atau tofu. Bila dibekukan biasanya akan terjadi perubahan warna dan teksturnya menjadi berongga, tapi masih baik untuk dimakan.(me)
  • Smbr:ayahbunda

Sabtu, 13 Oktober 2012

Resep Makanan Bayi Sehat Usia 6 Sampai 8 Bulan Pilihan Terbaik

View Article

Resep Makanan Bayi Sehat Usia 6 Sampai 8 Bulan Pilihan Terbaik 

Inilah kumpulan Menu Koleksi Makanan Bayi Sehat untuk usia 6, 7, dan 8 bulan, yang penuh nutrisi serta gizi penting bagi perkembangan Bayi Sehat Anda. Berikut Daftar Resep Masakan Bayi Sehat Anda berdasarkan umur :

Puree Brokoli
Bahan puree brokoli diambil dari 3 kuntum brokoli. Kemudian. Cuci brokoli lalu kukus/rebus sampai lunak (5-10 menit). Tiriskan dan haluskan dengan garpu atau food processor. Tambahkan air rebusan bila terlalu kental.

Puree Kembang Kol
Bahan: 1 buah kembang kol. Cara Membuat: Ambil kuntumnya, cuci bersih, kukus hingga empuk, kira-kira 10-15 menit. Tiriskan. Setelah dingin diblender/saring dengan saringan kawat. Tambahkan air/ASI/susu formula jika diperlukan untuk mencairkan.

Puree Kentang
Bahan: 3 buah kentang, kupas, cuci lalu potong-potong dan siapkan juga ASI/Susu Formula. Cara Membuat: Kukus kentang sampai lunak. Tiriskan dan haluskan dengan garpu atau food processor. Tambahkan ASI/Susu Formula sampai mencapai kekentalan yang diinginkan.

Ingat makanan Bayi ini hanyalah sebagai pendamping Asi (Air Susu Ibu) setelah pemberian Asi eksklusif Usia 6 Bulan.

Jangan berikan Garam pada makanan bayi Anda, karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak.

Perhatikan juga Jadwal Pemberian Makan bayi Usia tersebut.
sbmr:kreasimenu


Menyusun menu masakan anak dan balita ibu

View Article
 Menyusun menu anak dan balita ibu









Menyusun menu anak balita adalah pekerjaan yang sangat penting bagi ibu. Bagi anak balita, kenyang saja tidak cukup, tapi harus diimbangi dengan nutrisi dan gizi yang seimbang, yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak. Karena asupan gizi yang masuk adalah sumber utama bagi perkembangan sel-sel otak dan juga tubuh anak.
Penyusunan menu anak balita yang tidak seimbang, dapat mengakibatkan anak kekurangan zat gizi tertentu, yang berdampak buruk bagi pertumbuhan anak.  Contoh:  Kekurangan kalsium bisa menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh, berkurangnya daya ingat , gangguan jantung dan kram otot. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia dan gangguan proses berpikir. Sementara kekurangan protein menyebabkan otak anak tidak berkembang optimal, gangguan motorik dan kecerdasan anak.
Yang juga harus diperhatikan dalam menyusun menu anak balita adalah variasi dalam penyajian masakan agar anak tidak merasa bosan dan mau makan dengan senang. Karena anak balita juga sudah mengenal rasa bosan terhadap makanan, juga sudah mengetahui rasa apa yang disukai dan tidak disukai.
Berikut ini adalah panduan pola makan sehari-hari  bagi anak balita. Dengan panduan ini ibu bisa membuat dan menyusun menu anak balita dengan nutrisi seimbang. Hindari penyajian makanan dan minuman yang tidak baik, misalnya  banyak mengkonsumsi makanan manis, minuman ringan atau sari buah kemasan atau makanan yang dapat membuat anak balita tersedak seperti kacang, anggur atau permen.

Panduan untuk menyusun menu anak balita:

  1. Kelompok Gandum:  misalnya satu potong roti, setengah cangkir nasi atau pasta atau setengah gelas sereal masak yang dikombinasikan dengan sedikit sereal siap saji. Sajikan 6 kali dalam sehari.
  2. Kelompok Nabati: misalnya setengah gelas sayuran potong atau satu gelas sayuran daun. Sajikan 3 kali sehari.
  3. Kelompok Buah-buahan: satu jenis buah, ¾  gelas jus buah murni (tanpa gula), ½ gelas buah kaleng atau ¼ gelas buah kering. Sajikan 2 kali sehari.
  4. Kelompok Susu: satu gelas susu atau yogurt atau 2 ons keju. Bisa disajikan 2 kali sehari.
  5. Kelompok Daging: 2-3 ons daging lunak/unggas/ikan yang sudah dimasak, ½ gelas kacang kering masak. 1 ons daging bisa menggantikan 2 sdm mentega atau 1 butir telur. Sajikan 2 kali sehari.
  6. Lemak, Minyak dan Gula: Kandungan lemak dalam makanan tidak boleh lebih dari 30%. Perhatikan juga jenis lemak yang dikonsumsi. Lemak jenuh yang terdapat pada daging, produk susu dan kelapa dapat meningkatkan kadar kolesterol. Lebih baik gunakan lemak jenuh yang terdapat pada zaitun dan jagung.Lemak jenuh yang dikonsumsi setiap hari tidak boleh lebih dari 10%
Untuk memperolah nutrisi dan gizi yang tepat, anak balita harus mengkonsumsi beragam jenis makanan.

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menyusun menu anak balita agar mendapat nutrisi yang baik:

  1. Sajikan jenis makanan yang beragam.
  2. Pilih makanan kaya serat dari jenis gandum, sayuran dan buah-buahan.
  3. Pilih makanan yang rendah lemak  dan rendah kalori.
  4. Batasi konsumsi gula dan garam, jangan berlebihan.
  5. Pilih makanan yang mengandung cukup kalsium dan zat besi .
  6. Hindari penyediaan makanan dan minuman berkalori tinggi, minuman ringan dan es krim.
  7. Ciptakan kebiasaan memilih makanan sehat dalam keluarga.
Demikianlah panduan dan tips menyusun menu anak balita. Semoga bermanfaat
smbr:gayabunda

Minggu, 07 Oktober 2012

Bayi Belum Bisa Merangkak

View Article

Bayi Belum Bisa Merangkak? Tidak Perlu Khawatir…




Perlu Anda ketahui, para ahli menganggap bahwa “merangkak” itu sendiri BUKAN merupakan suatu pencapaian yang harus dilalui oleh setiap bayi. Makanya, jangan heran kalau ada bayi yang bisa berjalan TANPA sebelumnya bisa merangkak terlebih dahulu. Bayi seperti ini melewatkan fase merangkak. Bahkan sebagian bayi ada juga yang baru bisa merangkak menjelang usia 1 tahun.
Yang merupakan sebuah pencapaian adalah melihat benda-benda yang berada di luar jangkauan si bayi dan berusaha untuk mendapatkannya. Apabila bayi Anda sudah menunjukkan “gejala” ini, berarti ia sedang memperbaiki perkembangan kognitif dan motoriknya.
Dalam usahanya mengambil benda yang berada di luar jangkauan, si bayi mungkin akan merayap di atas perutnya, ada juga yang sambil dalam posisi duduk beringsut-ingsut di atas pantatnya menghampiri benda tadi, ada pula yang merangkak, bahkan sebagian kecil bayi ada yang mencoba berdiri tegak dan berjalan untuk berusaha mengambil benda tersebut. Semua ini bisa terjadi pada usia 7 bulan… terus dampingi dan beri semangat..

smbr: tipsbayi

Perkembangan Bayi 7 Bulan

View Article

Perkembangan Bayi 7 Bulan



Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa duduk dan ia akan lebih banyak menghabiskan hari-harinya dalam posisi ini. Bahkan kebanyakan bayi berusia 7 bulan sudah bisa duduk dengan tanpa ditopang sama sekali.
Namun demikian, Anda tetap harus mengawasinya dengan baik ketika ia duduk, sebab terkadang ia akan kehilangan keseimbangan dan terjerembab ke lantai. Ada baiknya jika ia didudukkan di tempat yang agak empuk tapi solid, atau Anda juga bisa meletakkan bantal-bantal di belakangnya untuk berjaga-jaga.
Jika ia melihat benda-benda menarik yang berada dalam jangkauannya, ia akan mencoba untuk meraihnya. Bahkan jika ia sedang dalam posisi duduk, maka ia akan mulai menyondongkan tubuhnya ke depan. Tahap selanjutnya, ia akan berlutut sambil bertopang dengan kedua tangannya. Perkembangan ini merupakan kemajuan yang sangat baik dan akan menjadi “modal” bagi si bayi untuk merangkak.


Amankan Rumah Anda

Karena pada tahap ini bayi Anda normalnya sudah memiliki mobilitas yang tinggi dan sudah mulai “merambah” ke seputar rumah, maka pastikan Anda membuat rumah Anda aman untuknya. Diantara hal yang bisa Anda lakukan:
  • Tutuplah stop kontak yang mungkin terjangkau oleh bayi Anda
  • Tutupi ujung-ujung tajam yang terdapat pada meubel di rumah Anda yang dapat terjangkau olehnya
  • Perhatikan kalau ada bagian meubel yang rusak yang bisa membahayakannya
  • Berikan semacam pagar pendek pada mulut tangga yang ada di rumah Anda

Gelisah Menghadapi Orang Asing

Pada rentang usia 6-12 bulan, bayi biasanya akan menimbulkan reaksi negatif jika bertemu dengan orang asing. Kondisi ini bisa dikenal dengan istilah Stranger Anxiety. Biasanya dia akan rewel, berulah, atau bahkan menangis jika bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. Ini merupakan proses yang normal, karena pada usia ini bayi sudah mulai mengenal dengan baik siapa-siapa orang yang dekat dengannya dan siapa yang tidak.
Kalau bayi Anda tiba-tiba menangis ketika bertemu dengan orang yang asing baginya, maka Anda tidak perlu memarahinya. Bahkan ada sebagian orang tua yang “menyalahkan” bayinya dengan mengatakan kepada orang tersebut, “Waduh, maaf ya Bu… si Halsa memang suka bertingkah kalau ketemu orang baru!”. Ini merupakan pendekatan yang kurang tepat lho!
Yang seharusnya Anda lakukan adalah menghibur bayi Anda. Anda bisa mengatakan, “Halsa, ini kan Paman Ahmad… Paman Ahmad pengen sekali ketemu dengan Halsa…”. Jika ia masih belum mau dekat, maka jangan dipaksa. Nantinya, dengan melihat keakraban Anda dengan “si orang asing”, bayi Anda pun akan merasa aman dengan kehadirannya.

Susah Berpisah

Bayi pada tahap ini juga sudah mulai “lengket” dengan ibunya dan susah berpisah. Cara mengatasi hal ini adalah dengan menumbuhkan rasa aman dan percaya si bayi pada orang-orang dekat Anda. Jika ia sudah mulai dekat dengan Bibinya, misalnya, maka coba Anda tinggalkan mereka sebentar. Namun, pastikan Anda “berpamitan” dulu kepada si kecil. Jangan pernah menyelinap pergi tanpa memberitahu bayi Anda. Dengan demikian, Anda melatih bayi Anda untuk memiliki percaya diri.
Terakhir, ingatlah… setiap bayi memiliki perkembangan yang UNIK – termasuk bayi Anda! Jika bayi Anda ternyata perkembangannya pada usia ini tidak sama persis dengan apa yang kami jelaskan di atas, maka jangan terburu-buru panik… Kecuali jika memang Anda merasa bahwa perkembangannya amat sangat lambat dan mulai mengkhawatirkan, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter Anak Anda…
Smbr:tipsbayi

Selasa, 02 Oktober 2012

HINDARI PENGGUNAAN PAMPERS SECARA TERUS MENERUS

View Article

HINDARI PENGGUNAAN PAMPERS SECARA TERUS MENERUS



Bagi anak kecil dan mungkin jika masih tergolong balita, maka akan banyak hal berlangsung secara spontan di luar kontrol anak tersebut, karena memang belum memiliki nalar dan pemahaman logika yang cukup. Balita secara normal hidup dalam fase pertumbuhan badan dan sedikit peningkatan kecerdasan. Anak balita harus tumbuh dan hidup dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya. Pada saat ini, aktivitas yang dilakukan mungkin berupa tidur, bangun, makan bubur, minum susu, bermain-main, tentu saja semua dengan segala keterbatasannya. Artinya ada balita yang hanya bisa tidur berbaring saja, ada yang sudah bisa bergerak menelungkup, ada yang bisa merangkak atau ada yang sudah bisa berjalan.

Dalam beraktivitas seperti ini, kebutuhan naluriah balita akan selalu dia inginkan. Jika dia merasa haus atau lapar, tentu saja akan mencari ibunya untuk menyusui atau mencari botol minumnya. Selain itu juga kalau merasa ingin buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, baltia akan langsung melakukannya secara spontan. Dia tidak peduli soal waktu, lokasi dan situasi yang saat itu dihadapi. Tentu saja hal ini sesuatu yang normal dan patut diterima bagi orang tua balita tersebut. Kalau balita sudah buang air, maka orang tua atau pengawas balita tersebut harus cepat membersihkan baju atau celana yang dikenakan, kain alas berbaring atau lantai , sehingga balita dapat bersih dan merasa nyaman kembali. Bagi orang tua, tindakan membersihkan dengan cepat dapat menjamin lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, serta tidak bau.

Proses buang air oleh balita dan aktivitas mengganti celana atau kain ini dalam sehari bisa terjadi berulang kali. Hal ini memaksa para orang tua untuk memiliki bahan dalam jumlah yang mencukupi. Segera setelah kotor makan kain dan celana yang kotor ini hendaknya dicuci dan dikeringkan kembali sehingga dapat digunakan seterusnya. Kendala yang mungkin terjadi adalah jika berlangsung saat musim hujan. Kondisi udara yang dingin memungkinkan proses buang air oleh balita menjadi lebih sering terjadi, sementara proses pengeringan baju dan kain yang telah dicuci akan menjadi lebih lama.

Untuk mengatasi hal ini maka banyak orang tua memilih untuk membeli pampers bagi balitanya. Pampers ini dapat berupa lembaran kain dengan bahan spons yang berada di dalamnya. Bahan spons ini mampu menyerap air dan tidak tembus keluar. Pampers dibuat dengan tujuan pemakaian sekali pakai dan setlah itu harus dibuang (disposable). Dengan penggunaan pampers ini maka balita tetap dapat melakukan hajat hidupnya untuk buang air dengan leluasa, sementara kebersihan celana dan kain tetap terjaga kering. Tentu saja karena alasan kapasitas penyerapan spons pada satu pampers yang terbatas, serta alasan kesehatan, penggunaan pampers harus sering diikuti dengan pergantian setiap beberapa waktu tertentu. Jangan sampai pampers yang sudah terkena kotoran tetap dipakai sampai jangka waktu lama, karena akan menyebabkan banyak bakteri dan jamur datang, serta mungkin mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit balita.

Mengingat alasan kepraktisan penggunaan pampers ini maka banyak orang tua sekarang ini memilih untuk menggunakan produk ini. Dari sini jelas kegiatan mencuci celan dan kain balita menjadi berkurang. Kegiatan membersihkan alas tidur dan lantai juga lebih mudah daripada saat balita tidak menggunakan pampers. Hal yang kemudian menjadi tidak disadari adalah penggunaan pampers ini bisa menjadi kebiasaan rutin dan dianggap harus digunakan balita sepanjang waktu selama 24 jam. Kebiasaan ini bila ditinjau dari kesehatan sebenarnya tidak baik, karena gerak balita biasanya menjadi kurang nyaman, serta sirkulasi kontak udara untuk bagian tubuh yang tertutup pampers menjadi kurang. Apalagi jika orang tua lalai untuk menjaga bagian tubuh balita tetap kering dan tidak lembab. Efek yang paling mungkin adalah terjadinya iritasi pada kulit di daerah pinggang atau paha bayi.

Di masyarakat, isu penggunaan pampers banyak menjadi bahan pertanyaan karena banyak dugaan negatif yang memang sangat mungkin. Dari beberapa forum diskusi online dan Yahoo Answer ada ulasan yang terkait hal ini.Contoh isu yang ada adalah :

anak laki2 kalo terlalu sering pake pampers/nappy/diaper akan berpengaruh pada sistem reproduksinya kelak, soalnya testisnya kan panas jadi produksi spermanya (Komentar : bayi apa sudah bisa menghasilkan sperma ya ???)
Bisa bikin anak jalannya ngengkang (Komentar : ini mungkin kalau pakai pampersnya ekstra size, tetapi sebenarnya lebih sering kalau digendong dengan kaki terbuka, CMIIW)
Bisa bikin kaki anak berbentuk O (Komentar : ini relatif mirip yang atas)
Penggunaan pampers untuk balita ini hendaknya menjadi perhatian para orang tua, khususnya untuk memilih waktu-waktu tertentu saja. Jadi pampers bukan untuk digunakan terus menerus selama 24 jam. Mungkin perlu dipilih waktu saat pagi hari dimana balita sehabis mandi untuk diajak beraktivitas pagi, saat ada tamu berkunjung, saat balita diajak keluar untuk bepergian. Di luar masa-masa itu, balita lebih baik untuk menggunakan popok atau celana kain biasa.

Dengan menerapkan kebiasaan ini, selain pertimbangan kesehatan, sebenarnya ada alasan lain yang mungkin dapat menjadi pertimbangan. Penggunaan pampers terus menerus akan menyebabkan pengeluaran semakin banyak. Jika dikurangi maka uang pengeluaran dapat dialihkan untuk pembelian susu atau makanan bayi saja.
Manfaat lain pengurangan penggunaan pampers adalah dari sisi lingkungan. Seperti diketahui, bahwa bahan spons pada pampers terbuat dari polimer yang relatif tidak mudah terdegradasari. Padahal setiap pampers selesai digunakan, akan langsung dibuang begitu saja. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan. Kalau langkah penggunaan pampers dapat diatur seperlunya saja dengan diselingi penggunaan celana maka akan dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Kalau sudah seperti ini mungkin secara tidak disadari akan memberikan pemahaman lingkungan yang baik bagi para orang tua. Setelah itu bagi balita tersebut mungkin dapat terus ditumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga setelah besar nanti juga memiliki kepedulian yang tinggi juga. Catatan khusus adalah sampai saat ini tidak hasil kajian yang menunjukkan perbedaan fisik dan prestasi balita hanya karena faktor penggunaan pampers.



kompasiana.com

Senin, 24 September 2012

MAKANAN UNTUK BUAH HATI BUNDA Dan Anak

View Article

Resep MPASI

 Abon Ikan

Bahan:
  • ¼ kg Ikan berdaging tebal (Kakap, lele)
  • Minyak Goreng
  • 3 siung bawang putih dihaluskan
  • 1 batang sereh iris halus
  • 1 cm jahe iris halus
Cara membuat:
  • Kukus ikan dgn bumbu irisan jahe dan sereh
  • Setelah matang (daging menjadi padat) angkat, pisahkan dengan bumbu iris lalu suwir-suwir/haluskan dengan sendok.
  • Tumis bawang putih yang sudah dihaluskan sampai wangi, lalu masukkan daging yang sudah dihaluskan tadi. Masak sampai harum
  • Angkat lalu masukkan ke dalam wadah. Biarkan sampai dingin. Tutup rapat lalu masukkan ke dalam lemari pembeku.
  • Gunakan seperlunya untuk memasak makanan berkuah

Kaldu Ikan

Bahan:
  • Tulang ikan kakap
  • 2 lt air
  • 1 buku jahe diiris/digeprek
  • 2 rumpun daun bawang
  • 1 rumpun seledri
Cara membuat:
  • Masukkan tulang ikan dan air ke dalam panci
  • Masak dengan api besar sampai mendidih
  • Kecilkan api, masukkan jahe, daun bawang dan seledri
  • Masak selama 2 jam
  • Matikan api dan biarkan kaldu dingin
  • Saring dan masukkan ke dalam kotak es batu kecil-kecil. Simpan di lemari pembeku
  • Gunakan seperlunya saat membuat sop, dll

Kaldu Ayam

Bahan:
  • ½ ekor ayam kampung
  • 2 lt air
  • 1 buku jahe diiris/digeprek
  • 2 rumpun daun bawang
  • 1 rumpun seledri
Cara membuat:
  • Masukkan ayam dan air ke dalam panci
  • Masak dengan api besar sampai mendidih
  • Kecilkan api, masukkan jahe, daun bawang dan seledri
  • Masak selama 2 jam
  • Matikan api dan biarkan kaldu dingin
  • Saring dan masukkan ke dalam kotak es batu kecil-kecil. Simpan di lemari pembeku
  • Gunakan seperlunya saat membuat sop, dll

Soyamon Milk

Bahan:
  • 2 sdm Tepung Kedelai
  • 2 cm Kayu manis
  • 500 ml air
  • 2 lembar daun pandan
Cara membuat:
  • Masukkan semua bahan ke dalam panci, aduk rata. Jerang di atas api kecil sampai mendidih dan matang (lk 10-15 menit). Angkat.
  • Saring susu dengan saringan halus.
  • Siap diminum

Bubur Mutiara Sari Hijau

Bahan:
  • 1 sdm Tepung Jali-jali
  • ½ sdm Tepung Kacang Hijau
  • 250 ml air
  • 1 lembar daun pandan*
Cara membuat:
  • Masukkan Tepung dan air ke dalam panci, aduk rata. Jerang di atas api kecil, tambahkan daun pandan. Masak sampai mendidih dan matang (lk 10-15 menit). Angkat.
  • Tuang Bubur Tepung ke mangkok makan bayi. Siap disajikan.
  • *) jika suka

Sup Jagung

Bahan:
  • 20 gr Tepung Jagung
  • 300 ml air kaldu ayam
  • 1 sdt unsalted butter
  • 1 sdm keju parut
Cara membuat:
  • Campur tepung jagung & air, aduk rata., jerang di atas api kecil. Tambahkan butter dan keju, aduk sampai mendidih, angkat. (lk 10-15 menit)
  • Tuang ke mangkok bayi. Sajikan selagi hangat.

Sup Kacang Merah

Bahan1:
  • 1 sdm Tepung kacang merah
  • 200 ml kaldu daging sapi
Bahan2:
  • 7 cm daun bawang, iris halus
  • ½ butir tomat, iris
  • 50 ml air
Cara membuat:
  • Campur tepung kacang merah dan air kaldu, aduk rata, jerang di atas api kecil.
  • Campur bahan 2 dan masak sampai mendidih, Blender.
  • Tambahkan bahan 2 ke bahan 1 sambil terus dimasak. Aduk sampai mendidih dan matang (lk 10 menit).
  • Tuang ke mangkok bayi. Sajikan selagi hangat.

Bubur Ikan

Bahan:
  • 1 sdm Tepung Beras Coklat
  • 200 ml air
  • ½ sdm abon ikan
Cara membuat:
  • Campur tepung beras coklat dan air, aduk rata, jerang di atas api kecil.
  • Tambahkan abon ikan dan terus aduk sampai mendidih dan matang (lk 10-15 menit). Angkat
  • Tuang ke mangkok bayi. Sajikan selagi hangat.

Pisang Keju

Bahan:
  • 1 sdm Tepung Pisang
  • ½ sdm Arrowroot
  • 200 ml air
  • ½ sdm butter unsalted
  • 1 sdm keju parut
Cara membuat:
  • Campur semua bahan kecuali keju parut, aduk rata, jerang di atas api kecil. Tambahkan butter, aduk sampai mendidih dan matang, angkat. (lk 10-15 menit).
  • Tuang ke mangkok bayi. Sajikan selagi hangat dengan ditabur keju parut.

Goyobod Imut

Bahan:
  • 1 sdm Tepung Arrowroot
  • 1 buah sale pisang bisa diganti kurma
  • 200 ml air
  • ASI atau susu formula
Cara membuat:
  • Potong-potong sale pisang tambah air, lalu masak di atas api sampai gula buah keluar. Saring
  • Campurkan tepung arrowroot dan sari pisang lalu aduk rata. Jerang di atas api kecil sampai mendidih dan wangi, angkat.
  • Tuang dan pipihkan di piring atau loyang. Dinginkan
  • Potong kecil-kecil Goyobod, lalu masukkan ke mangkok makan bayi.
  • Sajikan dengan ditambah susu

Setup Pisang Ubi

Bahan1:
  • 1 sdm Tepung Pisang
  • 1 sdm Tepung Ubi
  • 50 ml air.
Bahan2:
  • 200 ml air
  • 2 cm kayu manis
  • 5 buah cengkeh
Cara membuat:
  • Masukkan bahan 2 ke dalam panci, jerang di atas api kecil sampai mendidih dan wangi, angkat, dinginkan.
  • Campur bahan 1, aduk rata.
  • Masukkan bahan 1 ke dalam panci yang berisi bahan 2, masak dengan api kecil hingga mendidih dan matang (lk 10-15 menit), angkat
  • Sajikan segera

Jalejo Padat Gizi

Bahan:
  • 10 gr tepung jagung
  • 5 gr tepung kedelai
  • 5 gr tepung kacang hijau
  • 200 ml air
Cara membuat:
  • Campur semua bahan, aduk rata, jerang di atas api kecil, aduk sampai mendidih dan matang lalu angkat. (lk 10-15 menit)
  • Siap disajikan.
  • Jika perlu, tambahkan ASI atau susu formula sampai kekentalan yang dikehendaki, aduk rata, tunggu sampai agak dingin. smbr:gasolorganik.com

Sabtu, 22 September 2012

BELAJAR ISYARAT BAYI

View Article

Belajar Bahasa Isyarat Bayi

Posted by Leoni Putri
 
Program bahasa isyarat bayi merupakan pembelajaran bahasa untuk mengenal kebutuhan atau keinginan sang bayi. Seperti kita ketahui bahwa bayi yang masih kecil belum bisa berbicara dengan kata-kata namun berekspresi melalui mimik wajah dengan merengek atau menangis. Hal ini seringkali membuat orang tua tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh bayi mereka. Tak jarang menimbulkan stres karena sepertinya kebutuhan bayi sudah dipenuhi namun tetap saja menangis. Kesalahpahaman dalam mengartikan keinginan bayi dapat dicegah dengan belajar melalui program bahasa isyarat bayi ini.
Salah satu cara pembelajaran adalah dengan membeli ebook bahasa isyarat bayi. Di dalam ebook tersebut tersedia puluhan bahasa isyarat yang dipraktekkan oleh model. Orang tua bisa mengajarkan bahasa isyarat ini kepada bayi. Misalnya ketika bayi ingin minum susu maka orang tua bisa mengajarkan dengan menggerakkan kepalan tangan ke mulut. Bayi akan mulai memahami dan dia akan melakukan bahasa tersebut ketika ingin minum susu. Hal ini membuat kebutuhan bayi terpenuhi, bayi merasa senang dan tidak menangis. Begitu pula ketika bayi ingin makan, ingin main maupun ingin tidur. Kebutuhan bayi dapat dikomunikasikan dengan lebih baik.
Belajar dengan ebook bahasa isyarat bayi terbilang mudah namun tetap butuh kesabaran dalam mengajarkannya kepada bayi Anda. Namun hal ini sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh. Bahasa isyarat yang diajarkan sejak bayi dapat mempercepat anak bicara. Hal ini karena sejak kecil bayi sudah mengerti tentang komunikasi yakni mengkomunikasikan kebutuhannya, sehingga ketika beranjak besar, bayi ingin segera bisa bicara untuk mengembangkan komunikasi tersebut.
Selain mempercepat anak bicara, perkembangan psikologis bayi juga akan lebih baik. Hal ini karena kebutuhan bayi dapat terpenuhi tanpa harus menangis dalam waktu yang lama. Bayi akan merasa senang dan dicintai. Pada perkembangannya akan menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak tersebut. Selain itu, bayi yang telah belajar bahasa isyarat sejak kecil memiliki perkembangan otak dan bahasa yang lebih baik. Sebagai orang tua pun akan senang karena bayi senang dan semakin jarang mendengar tangis bayi.

UMUR 6 - 10 BULAN FASE BAYI MERANGKAK

View Article

Fase Merangkak Bayi Tidak Boleh Dilewati

 
 
Sebagai orang tua tentu kita menginginkan buah hati kita tumbuh dengan sehat dan kuat. Oleh karena itu kita harus mengetahui tahapan normal perkembangan bayi mulai dari lahirnya. Sejak bayi lahir, kemudian semakin bertambah usianya maka kita akan melihat perkembangan bayi yang sangat cepat dan menakjubkan. Dimulai dengan bayi belajar tengkurap, beringsut, bayi merangkak, berdiri, dan berjalan merupakan tahapan perkembangan bayi yang seharusnya dijalani oleh bayi.
Karena tiap tahapan ini mengandung manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan bayi selanjutnya. Namun sayangnya banyak orang tua yang tidak mengetahuinya. Bahkan senang jika bayinya melewati tahapan-tahapan tersebut dengan sangat cepat melebihi anak-anak pada umumnya. Dan tahapan yang banyak dilompati adalah fase bayi merangkak. Yaitu fase antara bayi duduk dengan berdiri.
Merangkak merupakan fase yang sangat penting dalam kehidupan bayi. Berdasarkan penelitian, tidak menjalani fase bayi merangkak bisa berdampak pada bayi ketika sudah dewasa meskipun tidak langsung. Dengan aktif merangkak bayi akan melatih mengkoordinasikan antara anggota tubuh yang kanan dengan yang kiri. Saat bayi merangkak, bayi akan belajar menggerakkan tangan dan kakinya secara bersilangan dan gerakan ini merangsang otak kanan dan kiri nya bekerja. Selain melatih otot-otot tangan dan kaki bayi, merangkak juga melatih syaraf motorik kasar bayi.
Tahap perkembangan bayi yang satu ini hendaknya tidak boleh dilewati karena manfaatnya sangat banyak bagi bayi. Bayi merangkak menunjukkan perkembangan bayi yang normal. Dengan merangkak berarti bayi mau berusaha untuk mendapat apa yang diinginkannya seperti mainan, makanan, minuman, atau ibundanya. Merangkak juga merupakan cara bayi mengekspresikan isi hatinya baik senang, sedih, marah atau takut. Pada umumnya, usia bayi merangkak adalah sekitar 6 sampai 10 bulan bahkan tidak jarang kurang dari 6 bulan bayi sudah dapat merangkak.
Jika bayi belum bisa merangkak atau tidak mau merangkak meski sudah memasuki usia bayi merangkak, maka hendaknya orang tua menstimulasi anak untuk mau merangkak. Misalnya dengan memberi rangsangan berupa mainan yang menarik perhatiannya dan meletakkan agak jauh darinya. Biarkan anak untuk berusaha sendiri mendapatkan mainan tersebut. Berilah kebebasan anak bergerak di lantai yang beralas, jangan terlalu sering menggendong atau meletakkannya di atas ayunan atau baby walker. Selain itu supaya bayi merangkak, tidak ada salahnya orang tua memberikan contoh pada anak cara merangkak.
Smbr:bayilucu.com

Kamis, 20 September 2012

Perkembangan Pendengaran Bayi

View Article

Mengenal Perkembangan Indera Pendengaran Bayi

 

Indera pendengaran bayi mulai dibentuk saat bayi masih berada dalam kandungan pada saat kandungan usia 8 minggu. Pembentukan indera pendengar bayi akan selesai pada saat janin berusia 24 minggu. Dan pada saat usia janin 25 minggu, dia sudah bisa mendengar suara-suara di sekitarnya, termasuk suara orang tuanya. Maka pada saat kandungan berusia 25 minggu, berkomunikasilah orang tua dengan janinnya meskipun masih satu arah. Berbicara dengan janin atau bernyanyi untuk janin, akan menjadikan sebuah momen yang menyenangkan saat menjalani kehamilan. Begitupun dengan janin, dia akan merasa senang dan damai jika mendengar suara-suara lembut dari orang tuanya, dan tentunya ini akan sangat baik bagi perkembangannya. Ketika bayi terlahir ke dunia, perkembangan indera pendengar terbagi ke dalam beberapa tahap:
  • Ketika saat terlahir ke dunia bayi sudah menyadari akan bunyi-bunyi disekitarnya. Bahkan bayi akan merasa kaget ketika mendengar bunyi keras yang tiba-tiba.
  • Pada saat bayi berusia 3 bulan, dia akan merasa senang jika mendengar suara orang tuanya. Dia akan mampu menoleh ke arah sumber suara tersebut dan sebisa mungkin dia membalas suara orang tua dengan ocehan "ah" atau "oh"
  • Ketika bayi berusia tujuh bulan, dia sudah dengan baik mengenal asal suara. Selain suara orang tuanya, bayi juga sudah bisa mendengar dan membedakan serta mengetahui sumber suara lainnya di sekelilingnya. Seperti ketika bayi mendengar bunyi bel, bunyi suara televisi dll
  • Pada saat bayi berusia sembilan bulan, bayi sudah mampu mendengar suara yang berasal dari ruangan lain, meskipun suara itu tidak keras bunyinya.
  • Pada saat bayi berusia 12 bulan, bayi sudah mampu mengatasi suara bising ketika dia ingin berkonsentrai pada mainnyannya. Saat usia ini bayi sudah mengerti beberapa kata dan kelompok kata

Melakukan Tes Indera Pendengaran Bayi

Orang tua bisa melakukan tes indera pendengaran bayi untuk mengetahui apakah daya dengar bayi baik atau tidak. Tes daya dengar bayi ini di kelompokkan berdasar usia bayi
  • Untuk bayi di usia tiga bulan ke bawah, orang tua bisa melakukan tes indera pendengarnya apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Tes bisa dilakukan dengan cara bertepuk tangan di belakang kepala bayi anda. Jika bayi terkejut akan suara tepuk tangan tersebut, maka indera pendengaran bayi berfungsi dengan baik. Namun meskipun bayi anda tidak terkejut, jangan terlalu khawatir, coba ulangi tes di atas beberapa kali atau dengan jeda waktu yang berbeda
  • Untuk bayi antara usia empat hingga enam bulan lakukan tes dengan cara memanggil namanya. coba perhatikan ketika dipanggil namanya apakah bayi berpaling ke arah anda atau bereaksi terhadap suara panggilan namanya. Selain itu perhatikan, apakah dia juga memalingkan kepala atau matanya terhadap suara-suara yang menarik perhatian bayi
  • Bagi bayi dengan usia antara enam hingga sembilan tes daya dengar bisa dilakukan dengan cara memperhatikan respon bayi terhadap suara-suara yang berada di sekelilingnya. Perhatikan apakah bayi bereaksi dan memberikan respon terhadap suara telepon, suara bel rumah, suara televisi dan lain-lainnya
  • Untuk bayi dengan usia 12 bulan ke atas, tes bisa dilakukan dengan cara bayi disuruh menunjukkan benda-benda yang dikenalnya yang terdapat di sekelilingnya atau di dalam buku
Bayi yang lahir sangat prematur akan rentan terhadap gangguan pendengaran, begitu juga bayi dengan orang tua atau riwayat-riwayat masalah pendengaran

Sumber : Mengenal Perkembangan Indera Pendengaran Bayi bidanku

Minggu, 16 September 2012

Permainan untuk Bayi 4 - 6 Bulan

View Article
Permainan untuk Kecerdasan Bayi 4 - 6 Bulan
Bayi Anda yang kini berusia 4-6 bulan, bergerak semakin lincah. Daya jelajahnya pun semakin bertambah. Berikut permainan yang mengasah kecerdasan dan merangsang perkembangannya:

Bermain cilukba. Tawa renyahnya mulai meramaikan rumah Anda. Ia tak mau kalah berteriak, "Ba!" ketika diajak main cilukba. Sesekali bayi memperhatikan reaksi Anda dan mulai meniru mimik muka Anda.

Bermain rattle. Bayi begitu penasaran dengan mencari-cari rattle dan mencoba memegang sendiri. Berhubung kaki-kakinya masih belum kuat menumpu badan, ia mencoba meraih dengan berguling-guling dan ...hore dapat! Ia hanya memegang dan seringkali rattle terjatuh karena tangannya masih belum kuat memegangnya.

Bermain gebuk drum. Berguling kesana kemari sambil bermain dengan kedua tangannya merupakan permainan favoritnya. Ia mulai menyadari tangannya bisa diajak bermain dan bekerja sama melakukan sesuatu sesuai keinginannya, misalnya mengambil benda di dekatnya. Ketika berhasil, ia mulai memukul-mukulkan mainannya ke kasur atau ke lantai. "Duk, duk, duk!" ia senang sekali mendengar bunyi itu

Bermain bola. Bayi kagum dengan bentuk bola yang bulat besar dan bisa menggelinding ke segala arah. Saat ini, bayi Anda baru bisa memegang dan merasakan tekstur permukaan bola yang jauh lebih besar dari bola yang pernah ia eksplorasi di usia 3 bulan

Bermain telepon mainan. Pegang-pegang mainan tanpa tahu bagaimana cara memainkannya. Namun kali ini, bayi mulai mengamati gerak-gerik Anda menekan tombol-tombol di telepon. Sesekali ia tertarik meniru gerakan Anda. Bayi Anda sebenarnya masih belum bisa menekan tombol hingga bisa membuat telepon berbunyi. Kekuatan tangannya masih terbatas, belum lagi koordinasi motorik halusnya belum bisa diandalkan. Ia baru menguasai pindah memindah barang dari tangan kanan ke tangan kiri dan sebaliknya.
Smbr:ayahbunda

TIPS SUKSES ASI ESKLUSIF BAYI IBU

View Article

AGAR ASI LANCAR DAN BERLIMPAH

 AGAR ASI LANCAR DAN BERLIMPAH
Banyak ibu baru yang sering merasa kesulitan saat awal-awal harus memberikan ASI untuk bayi mereka. Bahkan tak sedikit para ibu yang ASInya tidak bisa langsung keluar setelah melahirkan. Ditambah lagi, bayi baru lahir biasanya sering mengalami kebingungan puting.
Akhirnya, entah karena frustrasi atau kurang sabar, dan juga kasihan dengan bayi yang kelaparan, susu formula pun menjadi pilihan. Padahal, sebenarnya kita hanya perlu sedikit bersabar dan berusaha. Ada banyak cara untuk dapat membuat ASI Anda menjadi lancar dan berlimpah.
Bagaimana caranya?
1. Kurangi konsumsi kopi dan makanan berkafein, serta jauhi rokok.
2. Banyak minum air putih. Semakin banyak Anda minum, maka akan semakin banyak ASI yang terproduksi.
3. Minum habbatus sauda’ atau jintan hitam untuk memperlancar dan memperbanyak produksi ASI.
4. Perbaiki kualitas makanan yang Anda makan. Maksudnya, Anda harus rajin dan banyak makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah, serta daging dan susu.Pilihlah sayur-sayuran yang dapat mengentalkan ASI, serta membuat ASI menjadi enak untuk bayi Anda. Dengan demikian, bayi akan merasa kenyang, sehingga tidurnya pun nyenyak.
5. Biarkan bayi Anda menyusu langsung dari Anda. Meski awalnya sulit, Anda merasa payudara Anda sakit dan terluka karena awal-awal menyusui, serta ASI yang keluar sangat sedikit, Anda tetap harus berusaha. Jangan patah semangat. Terkadang, tangisan bayi memang akan membuat kita frustrasi. Maka cobalah untuk relaks. Sikap santai Anda akan membuat ASI keluar dengan lancar. Tapi, bila kita emosi, maka ASI akan sulit keluar.
Nah, kini, tahukah Anda, makanan apa sajakah yang disarankan oleh pakar gizi agar ASI Anda lancar dan berlimpah?
1. Daun katuk. Daun katuk memiliki kandungan  vitamin A, C, B1, zat besi, kalium, protein, fosfor, sterol, alkaloid, dan asam seskuiterna. Sudah menjadi tradisi yang turun temurun, bahwa ibu menyusui yang banyak mengkonsumsi daun katuk, ASInya akan berlimpah dan kental.
2. Almond. Almond mengandung banyak kalsium yang sangat baik bagi Anda yangs edang menyusui. Almond juga sangat tinggi kalori dan tidak menyebabkan iritasi pada anak-anak, tetapi melakukan keajaiban untuk ASI Anda.
3. Pare atau paria. Sayuran ini memang sangat pahit rasanya. Tapi, ternyata pare memiliki khasiat yang sangat manjur untuk mengentalkan dan memperbanyak produksi ASI, sehingga bayi akan mudah kenyang. Pare mengandung vitamin K, likopen, fitokimia lutein, dan anti oksidan. Selain untuk kelancaran ASI, pare juga bagus untuk merangsang produksi insulin, menurunkan kadar gula di dalam darah, dan anti kanker.
4. Kacang hijau. Vitamin B1, protein, fosfor, tiamin, mangan, kalium, magnesium, dan asam folat yang terkandung dalam kacang hijau membantu mencukupi kebutuhan protein dan energi ibu.
5. Pepaya. Buah murah meriah ini mengandung vitamin A, C, kalium, dan asam folat. Tetesan air buah pepaya dicampur dengan madu sangat baik bagi ibu menyusui agar tidak mudah capek / lelah, serta ASI yang diproduksi akan berlimpah. Bunga pepaya juga baik untuk menambah nafsu makan ibu.
6. Bayam. Bayam sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi, terutama bayi yang baru lahir. Kandungan vitamin A, B6, C, E, K, asam folat, riboflavin, fosfor, kalium, protein, zat besi, karoten, dan thiamin dalam bayam sangatlah baik.
Bagaimana, ibu-ibu? Sangat mudah bukan, untuk membuat ASI Anda menjadi lancar dan berlimpah? Jika ASI lancar dan berlimpah, maka bayi akan tenang dan dapat tidur dengan nyenyak, sehingga ibu dapat beraktivitas dengan baik. Selamat mencoba!
Smbr:rumahbunda

Sabtu, 15 September 2012

Nasi Tim Saring Brokoli bayi

View Article
 Nasi Tim Saring Brokoli

 
Nasi Tim Saring Brokoli
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr daging giling,
25 gr brokoli buang tangkainya,
25gr tomat dipotong kecil
1 butir kuning telur ayam kampung
10gr keju parut
Cara membuat:
Rebus beras, air, dan daging giling sampai menjadi bubur, masukkan brokoli dan, tomat hingga matang. Masukkan kuning telur dan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

smbr:resepmskanindonesia

Resep Nasi Tim Saring untuk Bayi 6 – 12 Bulan (Balita)

View Article
Inilah beberapa resep mudah membuat puree (makanan halus) untuk bayi usia 6 – 12 bulan (balita):





Kumpulan Aneka Nasi Tim Saring untuk Bayi 6 – 12 Bulan (Balita)
Nasi Tim Saring dengan Teri
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr tempe,
25 gr daun bayam,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdm teri bubuk
1 sdt mentega
Cara membuat:
Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam, tomat dan teri bubuk hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Catatan: cuci teri medan dalam jumlah sekehendak lalu sangrai sampai kering dan berwarna kecoklatan. Tumbuk halus teri sangrai dan simpan dalam tempat kering tertutup untuk dipakai selanjutnya.
Nasi Tim Saring Ayam Isi Keju
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging ayam,
25gr tempe,
25 gr buncis,
25gr tomat dipotong kecil
10 gr keju parut
Cara membuat:
Rebus beras, air, daging ayamdan tempe sampai menjadi bubur, masukkan buncis dan tomat hingga matang. Masukkan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Nasi Tim Saring dengan Daging
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging giling,
50gr tahu,
50 gr oyong,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara membuat:
Rebus beras, air, daging giling dan tahu sampai menjadi bubur, masukkan oyong dan tomat hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Nasi Tim Saring Hati Sapi
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr hati sapi,
25gr tempe,
50gr labu kuning,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara membuat:
Rebus beras, air, hati sapi dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu kuning dan tomat hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Nasi Tim Saring dengan Telur
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr tempe,
25 gr daun kangkung,
25gr tomat dipotong kecil
1 kuning telur ayam kampung
1 sdt mentega (unsalted)
Cara membuat:
Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang. Masukkan kuning telur dan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Nasi Tim Saring Ayam dengan Wortel
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging ayam giling,
25gr tempe,
25 gr wortel,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara membuat:
Rebus beras, air, daging ayam giling dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan wortel dan tomat hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Nasi Tim Saring Ikan Tenggiri
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr ikan tenggiri,
30gr tempe,
50 gr labu siam,
50gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara membuat:
Rebus beras, air, ikan, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu siam dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Catatan: Untuk tim saring ikan ini dengan bahan dan cara yang sama dapat diganti dengan ikan tuna dan ikan salmon untuk variasi.
Nasi Tim Saring Hati Ayam
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr hati ayam,
25gr tempe,
25gr tomat dipotong kecil
25gr daun bayam iris kasar
1 sdt mentega
Cara membuat:
Rebus beras, air, hati ayam, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam dan tomat hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Nasi Tim Saring Ikan Kakap
Bahan :
20gr beras,
625 cc air,
25 gr ikan kakap,
30gr tahu,
25gr tomat dipotong kecil
25gr daun kangkung iris kasar
1 sdt mentega (mentega unsulted merek anchor)
Cara membuat:
Rebus beras, air, ikan, dan tahu sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang. Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.

Semoga saja informasi seputar aneka tepung gasol untuk balita, kumpulan resep puree dan cara membuat makanan halus untuk bayi usia 6 – 12 bulan ini bermanfaat bagi Anda
smbr:antamblog

Makanan bayi usia 6 – 12 bulan mudah dan praktis

View Article
Makanan bayi usia 6 – 12 bulan mudah dan praktis

Kumpulan resep puree untuk balita dan cara membuat makanan halus untuk bayi 6 – 12 bulan terlengkap ini  yakin akan sangat berguna bagi Anda para orang tua yang tengah memiliki bayi atau balita khususnya yang telah menginjak usia 6 bulan ke atas. Memang beberapa orang tua ada yang mulai memberikan makanan berat atau makanan halus atau disebut juga PUREE (selain ASI dan susu formula) ketika bayi memasuki usia 4 atau 5 bulan, namun berdasarkan saran para ahli gizi bayi, ada baiknya puree mulai diberikan ketika bayi berumur 6 bulan. Makanan halus PUREE untuk bayi usia 6 – 12 bulan ini meliputi aneka bubur dan nasi tim saring yang saya yakin sudah tidak asing di telinga Anda. Beberapa diantaranya dapat dibuat dengan tepung gasol. Semua pasti sudah familiar dengan bubur bayi dan nasi tim saring, namun masih banyak yang bingung bagaimana resepnya dan cara membuatnya dan menghadirkan beberapa resep makanan halus untuk bayi dan yang terpenting adalah bagaimana cara membuat puree yang mudah dan praktis.
 Inilah beberapa resep mudah membuat puree (makanan halus) untuk bayi usia 6 – 12 bulan (balita):
Bubur Beras Merah
Siapkan bubur instant beras merah (bisa juga menggunakan tepung gasol beras merah) kemudian campur dengan susu formula 30 cc, aduk sampai rata dan halus.
Bubur Kacang Hijau
Bubur instant kacang hijau (bisa juga menggunakan tepung gasol kacang hijau) campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.
Bubur Havermuth
Rebus 2 – 3 sdm havermuth sampai setengah lunak dengan air panas. Setelah setengah lunak, masukkan susu formula 30 cc, lalu rebus sampai mendidih dan lunak.
Bubur Nasi Polos
Bubur Nasi Polos dapat dibuat dengan nasi yang sudah matang kira-kira 3 sdm, lalu tambah air secukupnya, rebus hingga menjadi bubur nasi yang halus dan agak kental (kira-kira 15 menit). Atau kalau mau cepat rebus hingga mendidih (kira-kira 5 menit ) lalu diblender/disaring. Untuk bubur nasi ini bisa dibuat dalam jumlah besar, kemudian disimpan di tempat plastik kecil dan simpan difreezer. Kalau mau makan tinggal dipanaskan dengan microwave atau direndam dalam air panas.
Bubur Jagung
Serut biji jagung muda, kemudian rebus sampai lunak dengan air panas, setelah itu campur dengan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak. Atau cara lain yang lebih lebih cepat, boleh diblender setelah matang. Terakhir, saring untuk menghilangkan kulitnya.
smbr:anamblog

Makanan untuk BAYI Harus Bikin Sendiri

View Article
8 Alasan Kenapa Harus Bikin Sendiri Makanan Bayi

KOMPAS.com - Membuat makanan untuk bayi memang gampang-gampang susah, sehingga banyak ibu yang mungkin cenderung lebih memilih untuk membeli makanan untuk bayi dalam bentuk siap saji (instant) di mal atau supermarket ketimbang membuatnya sendiri.

Membuat sendiri makanan bayi sebenarnya dapat menjadi langkah awal untuk Anda memastikan buah hati Anda mendapatkan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya. Tidak perlu ragu untuk memulainya. Berikut ini adalah 8 rahasia yang harus para ibu ketahui ketika membuat makanan untuk bayi mereka :

1. Memegang kontrol
"Ketika Anda membuat makanan bayi Anda sendiri, Anda yang memutuskan apa yang saja yang boleh masuk ke dalamnya, sehingga Anda tahu bahwa makanan itu segar dan sehat," ucap Karen Ansel, juru bicara Akademi Gizi dan Diet dan penulis The Baby & Toddler Cookbook. Lebih lanjut Ansel mengatakan, makanan bayi yang dibuat sendiri rasanya pasti akan jauh lebih baik ketimbang yang dibeli di toko. Hal ini juga akan menjadi sebuah pengalaman yang lebih baik bagi Anda dan buah hati.

2. Lebih bergizi
Ansel mengungkapkan, meskipun makanan bayi yang di beli di toko makanan dimasak pada suhu sangat tinggi untuk membunuh bakteri, dan tidak membunuh vitamin, tapi mungkin saja dapat mengubah kandungan mineral. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry, menunjukkan, makanan bayi yang tersedia di toko makanan mengadung kurang dari 20 persen tingkat mineral dan mikro-nutrisi yang direkomendasikan. Bahkan, banyak makanan bayi yang tersedia di toko juga mengandung zat tepung, aditif dan pengawet dan tidak menggunakan bahan organik, sehingga menghadapkan bayi Anda pada risiko kontaminasi pestisida berbahaya.

3. Banyak pilihan
Beberapa makanan bayi memang menawarkan kombinasi menarik, tetapi ketika Anda membuatnya sendiri, Anda dapat memiliki lebih banyak pilihan bahan makanan. Anda juga dapat menciptakan beberapa variasi tekstur makanan. Ketika bayi memasuki usia 9 bulan, Anda dapat menambahkan berbagai bumbu dan rempah-rempah untuk menambahkan rasa.

"Dengan mengekspos atau mengenalkan bayi semua rasa yang berbeda, bayi Anda akan menjadi pemakan yang lebih baik. Dengan tidak memberi bayi makanan yang sama secara berulang-ulang lidah mereka akan menjadi lebih fleksibel," jelas Ansel.

4. Bukan sesuatu yang merepotkan
Membuat sendiri makanan bayi tidak harus memakan waktu lama. Jika Anda membuatnya dalam jumlah besar dan menyimpannya di dalam lemari es, Anda hanya akan menghabiskan beberapa jam setiap minggunya untuk menyiapkan makanan. Ketika usia bayi Anda 7 bulan, semua buah (kecuali apel) bisa diberikan dengan cara dihaluskan atau ditumbuk tanpa dimasak.

5. Mencegah bayi untuk memilih-milih makanan
"Membuat sendiri makanan bayi, dapat mengurangi kemungkinan bayi tumbuh sebagai pemilih makanan (picky eater)," kata Huber. Sementara itu, Ansel menambahkan, selama orang tua terus memberikan bayi mereka berbagai macam variasi makanan, dalam jangka waktu panjang bayi akan menjadi pemakan yang baik dan tidak hanya menjadi penyuka satu jenis makanan tertentu saja.

6. Mengajar anak makan sayur
"Kami tidak ingin sebuah negara penuh dengan anak usia 18 tahun yang tidak pernah menyadari bahwa mereka pernah makan brokoli sebelumnya," kata Catherine McCord, pendiri Weelicious.com. McCord menambahkan, jika Anda dapat membuat bayi merasa senang mengonsumsi buah dan sayuran, kedepannya dia akan dapat menikmatinya.

7. Waktu makan menjadi momen bahagia


"Orang tua adalah pengaruh nomor satu dalam membentuk kebiasaan makan anak," kata Ansel. Ketika masa peralihan dari bayi menjadi balita, Anda dapat membuat beragam jenis makanan sehat untuk bayi sekaligus menghabiskan waktu bersama-sama dengan buah hati. Makan bersama dengan bayi Anda beberapa kali seminggu atau membiarkan dia memilih beberapa potong sayuran, akan menjadi lebih mudah untuk dia mencintai sayuran di kemudian hari.

8. Boleh membeli makanan asal jarang
Anda mungkin tidak selamanya dapat membuat sendiri makanan untuk bayi Anda, jadi tidak masalah bila pada suatu waktu tertentu Anda berencana untuk membeli makanan bayi. Pastikan untuk membaca label, karena semua merek makanan memiliki kandungan yang sama dan sebisa mungkin carilah yang organik untuk menghindari pestisida.

Sumber :
FOX NEWS
Editor :
Asep Candra

OBAT CACING ALAMI UNTUK BAYI DAN ANAK

View Article
OBAT CACING ALAMI


  1. Blender hingga halus 1 GELAS KECIL (150-200 ml) JUS PEPAYA + 1 sendok makan rata BIJI BUAH PEPAYA. Sebaiknya campur dengan JUS JERUK MANIS (jeruk pontianak/siam dll), agar rasanya lebih enak.
  2. Berikan 1XSEHARI dan ulangi 3 hari berturut-turut. Berikan ketika perut kosong (misalnya sesaat setelah bangun tidur siang) atau 30 menit menjelang makan. Jika memang ada cacing dalam perut, cacing sudah akan mati dan keluar setelah minum 1xsehari.

Berdasarkan hasil postingan bunda-bunda di milis Gizi dan Balita, saya pribadi berkesimpulan bahwa ramuan alami ‘PEMACU NAFSU MAKAN’ diberikan setelah bayi berusia 9+ BULAN. Dengan pertimbangan, pada usia tersebut organ pencernaan bayi sudah bisa mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit, seperti protein hewani. Selain itu, bayi di usia tersebut sudah bisa dilatih mendapatkan pre-table food, artinya sudah hampir menikmati makanan keluarga. Saya pribadi cenderung memberikan ramuan alami ‘PEMACU NAFSU MAKAN’ saat diperlukan saja, yaitu:

  1. Jika si anak mengalami problem SULIT MAKAN atau TIDAK NAFSU MAKAN lebih dari 10 HARI. Itupun setelah bunda-bunda sudah secara optimal menelusuri PENYEBAB ANAK SULIT MAKAN (baik dari faktor fisik makanan – tekstur, variasi makanan – maupun faktor psikologis anak) dan melakukan UPAYA MAKSIMAL untuk mengatasinya. Misalnya, bayi yang sering menolak makan barangkali disebabkan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang terlalu cepat atau malah terlambat. Faktor penyebab lainnya adalah perilaku makan orang tua ternyata salah. Makan sambil nonton teve atau membaca koran adalah beberapa di antaranya yang kemudian ditiru anak. Selain itu, orang tua juga mungkin kurang terampil menyajikan menu makanan yang variatif. Demi kepraktisan, makanan yang tersaji di meja makan cenderung itu-itu saja.
  2. Jika si anak memiliki BERAT BADAN dan TINGGI BADAN yang berada di BAWAH STANDAR. Misalnya: Berat badan (BB) anak perempuan usia 12 bulan adalah: 8,9 kg dengan batas bawah 7,0 kg dan tinggi badan (TB) sehat anak perempuan usia 12 bulan yaitu: 74,0 cm dengan batas bawah 68,9 cm.
  3. Pada saat si anak baru SEMBUH DARI SAKIT atau MASA PEMULIHAN. Ketika tubuh kita sakit, secara alami kegiatan mencerna agak di "rem", difokuskan pada kegiatan menyerap nutrisi dan memanfaatkannya (antara lain untuk perbaikan sel, termasuk pemulihan/recovery). Karena proses mencerna ini agak di "rem" ketika sakit, maka biasanya orang sakit nafsu makannya secara alami menurun, malah ada yang sama sekali tidak punya nafsu makan.

Sedangkan “OBAT CACING ALAMI” diberikan pada saat si kecil sudah semakin aktif mengeksplorasi dunia luar (USIA 9+ BULAN), seperti bermain atau berlari-larian di pasir/tanah, rumput, dan lain-lain. Biasanya saya pribadi memberikan MINIMAL 1 BULAN SEKALI dan MAKSIMAL 6 BULAN SEKALI

Hal yang perlu DIGARISBAWAHI ramuan alami ini TIDAK DIBERIKAN SETIAP HARI, tapi diberikan PALING LAMA 3 HARI BERTURUT-TURUT saja.
 Smbr Siska Darmayani and Ekawati Restuning Tyas in Homemade Healthy Baby Food

Menambah Nafsu Makan Bayi dan Anak

View Article
OBAT ALAMI PEMACU NAFSU MAKAN
By Siska Darmayani and Ekawati Restuning Tyas in Homemade Healthy Baby Food ·



Daripada memberikan 'OBAT NAFSU MAKAN'  yang sudah pasti mengandung bahan sintetis, dapat dicoba OBAT NAFSU MAKAN ALAMI  warisan nenek moyang. Berikut adalah 'OBAT NAFSU MAKAN'  dari Bapak Wied Harry Apriadji:

OBAT ALAMI PEMACU NAFSU MAKAN
  1. Siapkan rimpang-empu TEMULAWAK/KUNYIT (pilih salah satu saja, diutamakan TEMULAWAK) sebesar jempol kaki, bakar sebentar (agar zat aktifnya sebagian tidak aktif), kupas, parut, bubuhi 1-2 SENDOK MAKAN AIR MASAK, remas-remas, peras, saring. Boleh dibubuhi sedikit madu (madu HANYA BOLEH diberikan untuk bayi 12 BULAN KE ATAS). Berikan 1-2X SEHARI @1-2 SENDOK MAKAN ketika perut kosong atau 30 menit menjelang makan. Ulangi hingga paling lama 3 hari berturut-turut.
  2. Rebus 1 TANGKAI SAMBILOTO dengan 1/2 GELAS AIR, didihkan hingga airnya hijau pekat (30 menit). Setelah dingin, saring. Berikan 1-2X SEHARI @1-2 SENDOK MAKAN ketika perut kosong atau 30 menit menjelang makan. Ulangi hingga paling lama 3 hari berturut-turut.